Tren Baju Lebaran 2026 ala Zaskia dan Shireen Sungkar, Abaya Jadi Pilihan

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:00:37 WIB
Tren Baju Lebaran 2026 ala Zaskia dan Shireen Sungkar, Abaya Jadi Pilihan

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, perhatian publik kembali tertuju pada tren busana Lebaran. 

Tahun ini, tren yang sempat ramai diperbincangkan seperti gamis dengan rompi lepas masih diminati, tetapi arah fesyen Lebaran bergerak ke desain yang lebih sederhana, praktis, dan nyaman.

Perubahan ini menandai pergeseran selera masyarakat, di mana busana Hari Raya tidak hanya harus sopan tetapi juga relevan dengan aktivitas Lebaran yang padat. Terutama bagi perempuan yang banyak bergerak sepanjang hari, kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih busana.

Menurut Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar, tren Lebaran 2026 menekankan potongan busana yang fungsional tanpa kehilangan kesan elegan. Artinya, estetika dan fungsi berjalan seimbang, sehingga busana Lebaran tetap anggun namun tetap nyaman dipakai untuk beraktivitas.

Siluet Longgar dan Abaya Jadi Andalan

Dari sisi siluet, busana Lebaran 2026 bergerak ke potongan yang lebih longgar dan mengalir, seiring meningkatnya kebutuhan akan kenyamanan saat beraktivitas.

“Kalau dari aku, mungkin lebih ke siluetnya aja. Dari brand kita sendiri, kita banyak bikin abaya,” ujar Zaskia.

Abaya menjadi salah satu siluet yang menonjol karena memberikan kesan rapi sekaligus nyaman. Potongannya yang lurus dan longgar memudahkan pemakainya bergerak sepanjang hari saat bersilaturahmi. Desain ini memungkinkan abaya dikenakan sebagai busana utama maupun sebagai outer yang mudah dilepas-pasang, sesuai kebutuhan acara.

Selain fungsional, abaya juga memberi fleksibilitas dalam penataan busana. Busana ini dapat dipadupadankan dengan inner atau aksesori sederhana untuk tampil lebih kasual atau formal. Hal ini membuat abaya menjadi pilihan populer di tahun 2026.

Cutting Sederhana Agar Tetap Praktis Saat Lebaran

Shireen menyoroti tren busana Lebaran yang bergerak ke arah cutting yang lebih sederhana.

“Aku bikin cutting-an yang lebih simpel supaya tetap cantik tapi enggak ribet pas hari raya,” kata Shireen.

Momen Lebaran biasanya diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari menyiapkan hidangan, menerima tamu, hingga mengurus anak. Oleh karena itu, busana dengan desain ringan dan tidak terlalu banyak detail menjadi pilihan realistis dan selaras dengan tren Lebaran 2026.

Koleksi baju Lebaran 2026 dari Shi by Shireen dan Zaskia Sungkar Signature yang diluncurkan dalam show LEGACY Zaskia Sungkar & Shi by Shireen Ramadan Show 2026, menekankan filosofi ini. Fokusnya adalah kenyamanan dalam bergerak, tanpa mengorbankan estetika busana Lebaran.

Burgundy dan Warna Pastel Tetap Diminati

Dari sisi warna, nuansa hangat dan elegan menjadi salah satu kecenderungan tahun ini. Shireen menyebut burgundy sebagai warna yang cukup menonjol.

“Kalau aku, tren warna tahun ini burgundy setahu aku. Aku suka banget warna burgundy,” ujarnya.

Burgundy memberi kesan elegan tanpa terlihat berlebihan dan mudah dipadukan dengan aksesori bernuansa netral. Fleksibilitas ini membuat warna burgundy cocok dipakai untuk berbagai suasana Lebaran, baik siang maupun malam.

Selain itu, warna lembut seperti pastel masih banyak diminati karena bersifat timeless dan aman untuk berbagai kalangan. Zaskia menambahkan, nuansa merah maroon, yang berada dalam spektrum warna serupa dengan burgundy, juga menjadi salah satu warna menonjol di koleksi Lebaran tahun ini.

Warna-warna ini bukan sekadar tren visual, tetapi juga strategi desainer untuk menghadirkan busana yang mudah diterima dan dipakai dalam jangka panjang.

Tantangan Membaca Tren di Balik Koleksi Ramadan

Di balik tren busana Lebaran yang terlihat di etalase dan runway, terdapat proses kreatif yang panjang. Shireen mengungkapkan bahwa menentukan pola dan arah desain setiap tahun menjadi tantangan tersendiri bagi para desainer.

“Mikirin pattern tiap tahun itu PR banget. Kita harus lihat market seperti apa, sementara tren fesyen tiap tahun berubah. Padahal, produksi itu sudah harus dipikirkan enam bulan sebelumnya,” cerita Shireen.

Tantangan membaca tren ini tidak hanya dialami olehnya, tetapi juga oleh sebagian desainer yang merilis koleksi Ramadan setiap tahun. Oleh sebab itu, sejumlah elemen yang lebih aman dan bertahan lama kerap dipertahankan.

Contohnya, warna pastel yang masih sering dipilih karena peminatnya stabil dari tahun ke tahun. Selain itu, potongan busana sederhana tetap dipertahankan agar sesuai dengan berbagai ukuran dan bentuk tubuh, sekaligus memudahkan penataan.

Kenyamanan dan Praktis Jadi Fokus Utama

Tren Lebaran 2026 tidak hanya menekankan estetika, tetapi juga fungsi busana untuk aktivitas sehari-hari. Busana longgar, cutting sederhana, dan warna fleksibel menjadi kunci bagi perempuan yang aktif saat Hari Raya.

Busana yang nyaman memungkinkan pemakainya tetap elegan tanpa merasa terganggu saat bergerak atau berinteraksi dengan tamu. Ini berbeda dari tren sebelumnya yang kadang menekankan dekorasi atau detail berlebihan.

Dengan pendekatan ini, koleksi Zaskia dan Shireen menghadirkan busana yang praktis, fungsional, dan tetap indah, sesuai kebutuhan perempuan modern yang ingin tampil sopan dan elegan saat Lebaran.

Tren baju Lebaran 2026 menekankan kenyamanan, praktis, dan elegan. Siluet longgar, cutting sederhana, serta warna burgundy dan pastel menjadi ciri khas koleksi tahun ini. Abaya tetap menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan kemudahan pemakaian.

Desainer seperti Zaskia dan Shireen menghadirkan busana yang memungkinkan pemakai tetap aktif dan tampil anggun. Proses kreatif panjang dan tantangan membaca tren menjadi bagian penting di balik setiap koleksi Ramadan.

Dengan memperhatikan cutting, siluet, dan warna, busana Lebaran 2026 tidak hanya cantik di mata, tetapi juga mendukung aktivitas sehari-hari pemakai, menjadikannya pilihan praktis namun tetap elegan.

Terkini