Danantara Indonesia Targetkan Proyek Hilirisasi Bauksit Rampung pada 2028

Senin, 09 Februari 2026 | 13:48:53 WIB
Danantara Indonesia Targetkan Proyek Hilirisasi Bauksit Rampung pada 2028

JAKARTA - Pembangunan sektor industri Indonesia terus diperkuat dengan proyek-proyek hilirisasi yang membawa potensi besar dalam menciptakan nilai tambah dan daya saing global. 

Salah satu proyek besar yang sedang digarap adalah hilirisasi bauksit yang bertujuan untuk mengolah bahan mentah menjadi alumina dan aluminium. 

BPI Danantara Indonesia (Danantara Indonesia), bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), berkomitmen menyelesaikan proyek strategis ini pada tahun 2028 mendatang.

Proyek hilirisasi ini dimulai dengan upacara groundbreaking yang digelar di Mempawah, Kalimantan Barat, pada Jumat, 6 Februari 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan harapan agar seluruh infrastruktur energi yang diperlukan untuk mendukung operasional smelter alumina dan aluminium dapat rampung dalam waktu dua tahun. Ia menargetkan pada 2028, seluruh fasilitas terkait sudah siap mendukung produksi secara penuh.

Investasi Besar untuk Hilirisasi Bauksit

Proyek hilirisasi bauksit yang dipimpin oleh Danantara Indonesia bersama INALUM dan ANTAM melibatkan total investasi mencapai $6,32 miliar atau setara dengan Rp 104,55 triliun. 

Ini adalah salah satu bentuk komitmen untuk menciptakan industri dalam negeri yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Selain itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga turut berperan penting dalam menyediakan pasokan batubara yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada smelter alumina dan aluminium.

Kehadiran proyek ini membawa dampak positif yang lebih luas tidak hanya untuk industri dalam negeri, tetapi juga pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, Indonesia akan lebih mampu mengolah komoditas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Dua Proyek Utama Hilirisasi Bauksit

Terdapat dua proyek utama yang menjadi fokus dalam program hilirisasi bauksit ini, yakni:

Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit menjadi Alumina (Smelter Grade Alumina Refinery/Fase 2) di Mempawah, Kalimantan Barat. Target komersialnya adalah pada 2028.

Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Alumina menjadi Aluminium (New Smelter Aluminium) di lokasi yang sama, dengan target komersial pada kuartal pertama 2029.

Kedua fasilitas tersebut akan mengolah bauksit menjadi produk bernilai tinggi seperti alumina, yang nantinya akan diproses menjadi aluminium. 

Proses ini tidak hanya menciptakan nilai tambah dalam industri logam, tetapi juga akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, khususnya dalam sektor transportasi, konstruksi, dan teknologi hijau.

Hilirisasi Bauksit Sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa hilirisasi bauksit merupakan proyek strategis yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui hilirisasi ini, Indonesia diharapkan mampu mengolah bauksit menjadi produk yang lebih bernilai tinggi, serta menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

“Hilirisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Rosan Roeslani.

Dengan adanya proyek hilirisasi bauksit ini, Indonesia tidak hanya berperan sebagai negara pengekspor bahan mentah, tetapi juga akan memposisikan dirinya sebagai produsen utama produk olahan bernilai tinggi di pasar internasional. Ini juga membuka peluang untuk meningkatkan keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai pasokan global.

Potensi Ekonomi Jangka Panjang dan Dampaknya pada Penerimaan Negara

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan bahwa aluminium adalah material strategis abad ke-21 yang memiliki peran besar dalam berbagai sektor, seperti transportasi, energi terbarukan, konstruksi, pertahanan, dan teknologi hijau. Oleh karena itu, hilirisasi aluminium sangat penting untuk memajukan sektor-sektor tersebut.

Maroef juga menegaskan bahwa hilirisasi bauksit akan memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang signifikan bagi Indonesia. Proyek ini diperkirakan dapat berkontribusi pada peningkatan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar sekitar Rp 71,8 triliun per tahun.

“Proyek ini juga berpotensi memperkuat penerimaan negara sekitar Rp 6,6 triliun per tahun dan menyerap sekitar 65 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional,” ujar Maroef.

Proyek hilirisasi ini menunjukkan betapa pentingnya mengolah sumber daya alam Indonesia secara maksimal untuk menciptakan kemakmuran bagi masyarakat dan negara. 

Dengan memanfaatkan teknologi dan investasi yang tepat, Indonesia dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari sektor industri.

Peluang untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Proyek hilirisasi bauksit ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. 

Selain meningkatkan kualitas produk, proyek ini juga membawa Indonesia lebih dekat dengan tujuan jangka panjang untuk menjadi pusat produksi aluminium yang terintegrasi.

Dengan adanya pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium, Indonesia diharapkan mampu menembus pasar global yang semakin kompetitif. 

Proyek ini juga memberikan peluang bagi pengembangan teknologi industri yang lebih ramah lingkungan, seiring dengan upaya untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia dapat menjadi negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengolah sumber daya tersebut menjadi produk-produk yang dapat bersaing di pasar internasional. 

Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat perekonomian nasional dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Terkini