JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) kembali mengoptimalkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka menengah dan panjang pada awal 2026.
Melalui penerbitan obligasi dan sukuk musyarakah berkelanjutan, perusahaan pelat merah di sektor pembiayaan perumahan ini berupaya menjaga kesinambungan likuiditas sekaligus mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional.
Langkah ini dilakukan seiring kebutuhan pendanaan yang terus meningkat dan strategi SMF dalam memanfaatkan instrumen pasar modal yang dinilai efisien.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 9 Februari 2026, SMF menyampaikan rencana penerbitan obligasi berkelanjutan VII tahap II tahun 2026 dengan target dana Rp 2,67 triliun.
Penerbitan ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan VII SMF dengan total target dana mencapai Rp 24 triliun. Sebelumnya, pada tahap I, SMF telah menghimpun dana sebesar Rp 1,58 triliun. Dengan demikian, tahap II menjadi kelanjutan dari strategi pendanaan yang telah disusun secara bertahap.
Rincian Obligasi Berkelanjutan VII Tahap II Tahun 2026
Berdasarkan prospektus ringkas, obligasi berkelanjutan VII tahap II akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A ditawarkan sebesar Rp 945 miliar dengan tingkat kupon tetap 4,75% per tahun. Obligasi seri ini memiliki tenor 370 hari dan dijadwalkan jatuh tempo serta dilunasi pada 9 Maret 2027.
Sementara itu, seri B akan diterbitkan sebesar Rp 610 miliar dengan jangka waktu dua tahun. Seri ini menawarkan kupon tetap lebih tinggi, yakni 5,25% per tahun, dan akan dilunasi pada 27 Februari 2028.
Perbedaan tenor dan tingkat kupon tersebut memberi alternatif pilihan bagi investor sesuai dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.
Untuk sisa jumlah pokok obligasi yang ditawarkan, yakni maksimal Rp 1,115 triliun, akan diterbitkan dengan skema penjaminan kesanggupan terbaik atau best effort.
Manajemen SMF menjelaskan bahwa apabila jumlah obligasi dalam skema best effort tersebut tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka sisa yang tidak terserap pasar tidak menjadi kewajiban SMF untuk diterbitkan.
Skema ini memberikan fleksibilitas bagi emiten sekaligus mencerminkan kehati-hatian dalam menjaga struktur pendanaan dan risiko pasar.
Sukuk Musyarakah Jadi Alternatif Pendanaan Syariah
Selain obligasi konvensional, SMF juga melanjutkan penerbitan sukuk musyarakah berkelanjutan II tahap II tahun 2026. Instrumen berbasis syariah ini ditargetkan menghimpun dana sebesar Rp 1,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 793,06 miliar dijamin dengan kesanggupan penuh, sementara sisanya maksimal Rp 306,94 miliar ditawarkan dengan skema kesanggupan terbaik.
Sukuk musyarakah tahap II ini menawarkan imbal hasil sebesar 4,75% per tahun dengan jangka waktu 370 hari. Berdasarkan prospektus, sukuk ini menjadi bagian dari sukuk musyarakah berkelanjutan II SMF dengan total target dana Rp 2,5 triliun.
Pada tahap I sebelumnya, SMF telah menerbitkan sukuk musyarakah berkelanjutan II senilai Rp 445 miliar. Keberlanjutan penerbitan sukuk ini menunjukkan komitmen SMF dalam memperluas basis pendanaan syariah sekaligus menjawab kebutuhan investor yang mencari instrumen investasi sesuai prinsip syariah.
Peringkat AAA Perkuat Daya Tarik Investor
Obligasi dan sukuk musyarakah yang diterbitkan SMF memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tertinggi ini mencerminkan kemampuan SMF yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang maupun jangka pendek.
Peringkat idAAA juga menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan investor, terutama di tengah dinamika pasar keuangan yang masih dipengaruhi berbagai sentimen global dan domestik. Dengan peringkat tersebut, risiko gagal bayar dinilai sangat rendah.
Dalam penerbitan kali ini, SMF menunjuk sejumlah perusahaan sekuritas ternama sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi obligasi serta sukuk musyarakah. Mereka antara lain PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT RHB Sekuritas Indonesia.
Keterlibatan banyak penjamin emisi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi kepada investor institusi maupun ritel.
Jadwal Penawaran Hingga Pencatatan di Bursa
Proses penerbitan obligasi dan sukuk musyarakah SMF telah dimulai dengan masa penawaran awal atau bookbuilding yang berlangsung pada 19 Januari hingga 30 Januari 2026. Tahapan ini menjadi indikator awal minat investor terhadap instrumen yang ditawarkan.
Selanjutnya, penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 24 Februari 2026. Setelah itu, proses penjatahan akan dilakukan pada 25 Februari 2026, diikuti dengan pengembalian uang pesanan dan distribusi efek pada 27 Februari 2026.
Adapun pencatatan obligasi dan sukuk musyarakah SMF di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 2 Maret 2026. Dengan jadwal tersebut, investor memiliki kejelasan tahapan dan waktu dalam proses investasi.
Melalui penerbitan obligasi dan sukuk musyarakah ini, SMF menegaskan perannya sebagai salah satu emiten aktif di pasar surat utang nasional.
Pendanaan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung fungsi utama SMF dalam menjaga ketersediaan pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat stabilitas sektor keuangan.