Kapan Waktu Tepat Minum Air Jahe untuk Pencernaan Sehat

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:25:44 WIB
Kapan Waktu Tepat Minum Air Jahe untuk Pencernaan Sehat

JAKARTA - Air jahe selama ini identik dengan minuman hangat yang menenangkan perut. 

Namun, di balik rasa pedas dan hangatnya, muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan: sebenarnya kapan waktu terbaik minum air jahe agar manfaatnya untuk pencernaan bisa dirasakan secara maksimal? Jawabannya ternyata tidak sesederhana pagi atau malam hari saja.

Air jahe dikenal ampuh untuk kesehatan sistem pencernaan. Lantas, kapan waktu terbaik minum air jahe untuk pencernaan yang sehat? Jahe memang dipercaya bermanfaat untuk pencernaan. Salah satunya ditemukan dalam sebuah tinjauan pada tahun 2024.

Mengutip Healthline, tinjauan tersebut menemukan, jahe dapat mendukung kesehatan pencernaan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD). 

Jahe bekerja dengan meningkatkan motilitas lambung atau memudahkan pergerakan makanan melalui saluran pencernaan. Jahe juga merangsang cairan pencernaan dan meredakan ketidaknyamanan di saluran cerna.

Rekomendasi Waktu Konsumsi

Pada dasarnya, tidak ada waktu terbaik minum air jahe untuk pencernaan. Namun, para ahli merekomendasikan agar mengonsumsi air jahe sebelum atau bersamaan dengan makanan untuk memaksimalkan manfaatnya.

"Bukti terbaik yang kita miliki menunjukkan bahwa jahe paling efektif jika dikonsumsi sesaat atau bersamaan dengan makan," ujar ahli diet terdaftar Jane Leverich, mengutip Health.

Leverich menduga, hal tersebut disebabkan oleh bagaimana jahe berinteraksi dengan makanan dan proses pencernaan. Studi menunjukkan, jahe dapat membantu meredakan gejala seperti mual dan kembung, serta bisa mempercepat pengosongan lambung.

Selain itu, dokter Meena Malhotra mengatakan, jahe juga bersifat anti-inflamasi dan antioksidan yang membantu menenangkan sistem pencernaan.

Menurut Malhotra, jahe berpotensi mendukung pencernaan dan membantu mengatur kadar gula darah. Hal ini bakal berefek pada energi.

"Mengonsumsinya bersamaan dengan makanan dapat membantu mencegah lonjakan gula darah, yang sering kali menyebabkan rasa lelah setelahnya," ujar Malhotra.

Pengaruh Jenis Makanan

Selain soal waktu, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi efektivitas jahe, terutama dalam menjaga pencernaan.

Jahe bisa sangat membantu saat kamu mengonsumsi makanan dalam porsi besar, tinggi lemak, atau tinggi serat. Kesemuanya merupakan jenis makanan yang bergerak lebih lambat melalui saluran cerna.

"Dalam kasus ini, jahe yang dikonsumsi sebelum atau bersamaan dengan makan, mungkin lebih efektif, karena membantu merangsang motilitas usus tepat saat pencernaan dimulai," ujar Leverich.

Dengan kata lain, ketika perut dihadapkan pada makanan berat, jahe dapat berperan sebagai “pendorong” alami agar proses cerna tidak terasa terlalu lambat atau menimbulkan rasa tidak nyaman.

Porsi Kecil dan Dampaknya

Sementara saat kamu mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, lanjut dia, bisa jadi manfaat jahe tidak terlalu terasa maksimal.

Hal ini bukan berarti jahe tidak bekerja sama sekali, melainkan karena sistem pencernaan tidak membutuhkan dorongan tambahan yang signifikan. Pada situasi ini, efek percepatan pengosongan lambung atau peningkatan motilitas mungkin tidak terlalu kentara dibandingkan saat mengolah makanan berat.

Artinya, konteks konsumsi sangat menentukan. Jahe bukan sekadar minuman rutin, tetapi bisa disesuaikan dengan pola makan dan kebutuhan tubuh saat itu.

Jenis Jahe dan Kandungannya

Selain waktu terbaik minum air jahe, jenis yang dikonsumsi juga penting. Jahe segar mengandung kadar gingerol yang lebih tinggi, yaitu senyawa yang bertanggung jawab atas manfaat pencernaan, antioksidan, dan anti-inflamasi. Saat jahe dikeringkan, beberapa gingerol berubah menjadi shogaol.

"Shogaol juga memiliki aktivitas biologis, termasuk efek anti-inflamasi dan anti-mual. Tapi, tampaknya tidak memengaruhi pengosongan lambung sebanyak gingerol," jelas Leverich.

Perbedaan kandungan ini menjelaskan mengapa sebagian orang mungkin merasakan efek yang sedikit berbeda antara jahe segar dan jahe kering. Jika tujuan utamanya adalah membantu mempercepat pengosongan lambung dan mendukung motilitas, jahe segar bisa menjadi pilihan yang lebih optimal.

Meski demikian, baik gingerol maupun shogaol tetap memiliki manfaat biologis. Keduanya sama-sama berperan dalam memberikan efek anti-inflamasi serta membantu meredakan rasa mual.

Pada akhirnya, waktu terbaik minum air jahe untuk pencernaan bukanlah aturan kaku yang harus diikuti secara mutlak. 

Tidak ada jam khusus yang wajib dipatuhi. Namun, berdasarkan rekomendasi para ahli, mengonsumsinya sebelum atau bersamaan dengan makan dinilai paling efektif untuk mendukung kerja sistem pencernaan.

Dengan memahami cara kerja jahe, jenis kandungan aktifnya, serta menyesuaikannya dengan jenis makanan yang dikonsumsi, manfaat air jahe bisa dirasakan secara lebih optimal. Terutama saat menghadapi makanan berat atau ketika ingin menjaga kenyamanan saluran cerna sepanjang hari.

Terkini