JAKARTA - Kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak kembali diumumkan PT Pertamina (Persero) pada Kamis, 26 Februari 2026.
Perubahan ini terutama menyasar bahan bakar nonsubsidi yang dijual di SPBU seluruh Indonesia. Sejumlah produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan harga, sementara jenis BBM subsidi tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Penurunan harga ini menjadi perhatian publik karena berdampak langsung terhadap biaya transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
BBM nonsubsidi yang mengalami penurunan harga meliputi beberapa produk utama. Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter.
Pertamax Turbo kini dibanderol Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 turun menjadi Rp12.450 per liter dari harga sebelumnya Rp13.150 per liter.
Jenis solar nonsubsidi juga mengalami penyesuaian. Dexlite kini dijual Rp13.250 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter. Adapun Pertamina Dex turun menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp13.600 per liter.
Penurunan harga tersebut menunjukkan adanya evaluasi berkala terhadap komponen harga dasar, termasuk harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha dan daya beli masyarakat.
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap berada di harga Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
Stabilitas harga BBM subsidi menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, terutama sektor transportasi umum, logistik, serta pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan harga yang tetap, diharapkan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa tekanan tambahan akibat kenaikan biaya energi.
Rincian Harga di Berbagai Wilayah
Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Untuk Free Trade Zone (FTZ) Sabang, Pertalite dijual Rp10.000 per liter, Pertamax Rp11.100 per liter, Dexlite Rp12.350 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat harga Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.400 per liter, Pertamax Turbo Rp13.250 per liter, Dexlite Rp13.850 per liter, Pertamina Dex Rp14.100 per liter, serta Solar Rp6.800 per liter.
Di FTZ Batam, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp11.300 per liter, Pertamax Turbo Rp12.050 per liter, Dexlite Rp12.550 per liter, Pertamina Dex Rp12.800 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Untuk Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp11.800 per liter, Pertamax Turbo Rp12.700 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.450 per liter, Dexlite Rp13.250 per liter, Pertamina Dex Rp13.500 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Untuk Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp11.800 per liter, Pertamax Turbo Rp12.700 per liter, Dexlite Rp13.250 per liter, Pertamina Dex Rp13.500 per liter, serta Solar Rp6.800 per liter.
Wilayah Nusa Tenggara Timur menetapkan Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, harga Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800 per liter, serta Solar Rp6.800 per liter.
Untuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.400 per liter, Pertamax Turbo Rp13.250 per liter, Dexlite Rp13.850 per liter, Pertamina Dex Rp14.100 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat menetapkan Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800 per liter, serta Solar Rp6.800 per liter.
Di Maluku dan Maluku Utara, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Wilayah Papua menetapkan Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Sementara Papua Barat dan Papua Barat Daya mencatat Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter.
Untuk Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, harga Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, serta Solar Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga ini menjadi bagian dari mekanisme rutin evaluasi harga BBM nonsubsidi yang dilakukan pemerintah dan Pertamina. Dengan turunnya sejumlah harga produk, diharapkan dapat memberikan ruang bagi stabilitas ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan di berbagai daerah.