Jakarta - Indonesian Basketball League (IBL), liga basket profesional terkemuka di Indonesia, resmi menjalin kerjasama strategis dengan Bank Mandiri menjelang kompetisi musim 2025. Langkah ini menandai komitmen kedua pihak untuk mendukung pengembangan olahraga basket di Tanah Air, dengan tujuan utama memperkokoh posisi Indonesia di kancah internasional.
Kemeriahan musim IBL 2025 dipastikan akan berlangsung mulai 11 Januari hingga Juni tahun depan, diikuti oleh 14 tim yang siap bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Melalui kerjasama ini, Bank Mandiri memberikan dukungan finansial senilai Rp60 miliar untuk IBL dan Pengurus Pusat Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (PP Perbasi), Selasa, 7 Januari 2025.
Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 7 Januari 2025, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah langkah penting bagi pengembangan olahraga basket di Indonesia. "Kami berharap melalui kolaborasi ini, IBL akan semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," ujarnya dengan optimisme.
Kerjasama strategis ini direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun ke depan, melanjutkan kesuksesan kolaborasi yang sudah terjalin selama dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan dedikasi Bank Mandiri dalam mendukung olahraga nasional dan pengembangan talenta muda yang berpotensi membawa nama Indonesia semakin dikenal di dunia olahraga internasional.
Di sisi lain, Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Bank Mandiri. Menurutnya, kemitraan ini akan memberikan manfaat signifikan bagi para pemain, tidak hanya dalam hal pengembangan karier, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka. "Kerjasama ini juga akan memberikan manfaat kepada para pemain. Kami tahu pemain adalah aset masa kini dan masa depan, sehingga harus dibekali dengan banyak hal. Salah satunya dari kerjasama ini akan kami membuat program literasi keuangan untuk para pemain," jelas Junas.
Salah satu inisiatif penting dari kerjasama ini adalah program literasi keuangan yang ditujukan bagi para pemain. Dalam program ini, pemain akan diberikan pelatihan dan pendidikan mengenai manajemen keuangan, termasuk bagaimana merencanakan kepemilikan rumah. Dengan demikian, para atlet muda tidak perlu lagi merasa khawatir terkait dengan kebutuhan masa depan mereka.
"Selain kepemilikan rumah, ada juga program investasi dan pendidikan yang menjadi bagian edukasi literasi keuangan bagi pemain. Kami akan kerjasama dan memberikan edukasi kepada pemain," tambah Junas. Dengan adanya program ini, diharapkan para pemain dapat lebih fokus bermain dan memberikan performa terbaik untuk klub mereka, tanpa terbebani oleh masalah finansial.
Tidak hanya terbatas pada dunia olahraga, program literasi keuangan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan para pemain di luar lapangan. Edukasi yang diberikan akan memungkinkan mereka untuk mengelola pendapatan dengan lebih baik, mempersiapkan masa depan yang lebih cerah, baik dalam hal investasi maupun pendidikan.
Sebagai salah satu langkah konkret, IBL dan Bank Mandiri akan bekerja sama untuk mengimplementasikan program-program ini secepat mungkin. Dengan berbagai inisiatif baru ini, diharapkan para pemain tidak hanya berkembang dari sisi keterampilan bermain basket, tetapi juga menjadi individu yang mandiri dan bijaksana dalam pengelolaan keuangan.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara IBL dan Bank Mandiri diharapkan bisa menjadi batu loncatan yang signifikan untuk perkembangan olahraga basket di Indonesia. Dengan dukungan dari sektor perbankan nasional, pengembangan olahraga ini diharapkan bisa berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan lebih banyak talenta yang bisa bersaing di level internasional.
Dengan persiapan matang dan rencana strategis yang jelas, musim IBL 2025 menjanjikan lebih dari sekadar pertandingan basket yang menarik, tetapi juga sebagai momentum kebangkitan basket nasional yang diiringi dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan para pemainnya. Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukkan kekuatannya di panggung olahraga dunia, menegaskan bahwa kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain utama yang patut diperhitungkan.