Ekspor Perikanan Indonesia ke Amerika Serikat Naik Signifikan Januari 2026

Kamis, 26 Maret 2026 | 14:41:02 WIB
Ekspor Perikanan Indonesia ke Amerika Serikat Naik Signifikan Januari 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan kenaikan signifikan ekspor produk perikanan Indonesia ke Amerika Serikat (AS) sepanjang Januari 2026.

Nilai ekspor tercatat sebesar US$107,32 juta, meningkat 14,84% dibanding periode bulan sebelumnya.

Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas, keamanan pangan, dan keberlanjutan produk perikanan Indonesia. Produk utama yang menjadi andalan ekspor antara lain udang, tuna beku, filet ikan, tilapia, dan moluska.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyatakan, “Tingginya permintaan menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas, kesinambungan pasokan, serta kemampuan industri seafood Indonesia dalam memenuhi standar keamanan pangan dan keberlanjutan.”

Peningkatan ini menjadi bukti bahwa produk perikanan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional dengan tetap memprioritaskan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran.

Tren Ekspor Tahunan dan Kontribusi Pasar AS

Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS tercatat sebesar US$1,17 miliar. Data ini menegaskan bahwa AS tetap menjadi salah satu pasar strategis bagi sektor perikanan Indonesia.

Pertumbuhan ekspor bukan hanya berdampak pada devisa nasional, tetapi juga memberikan insentif bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi rantai pasok. 

Tren ini juga mendorong inovasi dalam pengolahan seafood sehingga memenuhi persyaratan pasar global, termasuk standar keamanan pangan, traceability, dan sertifikasi keberlanjutan.

Kemendag mencatat bahwa permintaan tinggi di pasar AS tidak lepas dari upaya pelaku usaha untuk memperkuat sistem produksi dan distribusi. Dengan adanya pangsa pasar yang stabil, industri perikanan Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga reputasi internasional.

Strategi Pemerintah Dorong Ekspor Melalui SENA 2026

Pemerintah Indonesia secara aktif mengoptimalkan ekspor melalui keikutsertaan paviliun Indonesia di Seafood Expo North America (SENA) 2026, yang digelar di Boston pada Maret 2026. Gelaran ini menjadi platform penting bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk perikanan berkualitas tinggi ke pasar Amerika Utara.

Paviliun Indonesia mengadakan seminar yang membahas strategi penguatan ekspor sektor perikanan di pasar global. Fokus utama pada seminar tersebut adalah prinsip keberlanjutan (sustainability) dan ketertelusuran (traceability) sepanjang rantai pasok.

Atase Perdagangan (Atdag) RI Washington DC, Ranitya Kusumadewi, menjelaskan, “Prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis. Hal ini membuat produk Indonesia dapat diterima oleh pasar AS yang semakin selektif terhadap standar lingkungan dan sosial.”

Dengan pemahaman pasar global yang semakin menekankan isu keberlanjutan, pendekatan semacam ini menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan nilai tambah ekspor.

Sistem Sertifikasi dan Penguatan Rantai Pasok

Keberhasilan ekspor juga didukung oleh langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor perikanan. Indonesia meningkatkan sistem sertifikasi dan inspeksi, memperkuat laboratorium pengujian, serta mengembangkan dokumentasi dan sistem ketertelusuran di sepanjang rantai pasok.

“Indonesia memperkuat tata kelola sektor perikanan melalui peningkatan sistem sertifikasi dan inspeksi, penguatan pengujian laboratorium, serta pengembangan sistem dokumentasi dan ketertelusuran di sepanjang rantai pasok,” kata Ranitya.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen internasional tetapi juga mendorong produsen lokal untuk mengikuti praktik terbaik dalam pengelolaan produksi dan distribusi. Sistem ketertelusuran yang baik menjamin bahwa setiap produk yang diekspor dapat dilacak dari sumber hingga sampai ke tangan konsumen.

Selain itu, sertifikasi keberlanjutan memastikan bahwa praktik penangkapan dan budidaya ikan tetap menjaga ekosistem laut, mendukung kelestarian lingkungan, serta menjaga keberlangsungan ekonomi nelayan lokal.

Dampak Ekspor Terhadap Industri dan Prospek Masa Depan

Peningkatan ekspor ke AS memberikan efek domino bagi industri perikanan Indonesia. Kenaikan permintaan tidak hanya mendorong volume produksi tetapi juga meningkatkan kualitas pengolahan, inovasi produk, serta standar operasional dalam sektor perikanan.

Selain keuntungan ekonomi, ekspor yang berkelanjutan memberikan peluang bagi nelayan dan pelaku usaha untuk lebih mandiri secara finansial. Industri perikanan dapat mengembangkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Upaya pemerintah dalam memperkuat sistem sertifikasi, inspeksi, dan ketertelusuran menjadi landasan yang memastikan produk Indonesia tetap kompetitif. 

Kombinasi strategi ini diharapkan mampu mempertahankan tren pertumbuhan ekspor, memperluas pasar di Amerika Serikat, dan membuka peluang di negara-negara lain yang menuntut standar keberlanjutan tinggi.

Dengan pemantapan tata kelola, dukungan teknologi, serta strategi pemasaran internasional, ekspor perikanan Indonesia diproyeksikan terus meningkat sepanjang 2026, memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen seafood global yang andal, berkelanjutan, dan kompetitif.

Terkini