Menaker Tekankan Kualitas dan Akses Layanan Publik Ketenagakerjaan

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:00:26 WIB
Menaker Tekankan Kualitas dan Akses Layanan Publik Ketenagakerjaan

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan publik agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan ketenagakerjaan secara cepat dan efisien. 

Menaker menyampaikan bahwa layanan publik seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja menjadi fokus utama Kemnaker agar pekerja dan pencari kerja mendapatkan manfaat secara optimal.

Yassierli menekankan bahwa masyarakat harus bisa mengakses layanan dengan mudah, cepat, dan responsif. Hal ini menjadi sangat penting karena menyangkut kebutuhan langsung masyarakat dalam memperoleh perlindungan dan kesempatan kerja. 

Menaker juga menyoroti perlunya perbaikan terhadap aplikasi dan layanan yang kerap bermasalah agar masyarakat tidak mengalami kesulitan.

"Situasi memang tidak mudah, tetapi saya tidak ingin ada layanan yang down, kontak informasi yang tidak bisa dijangkau, atau aplikasi bermasalah. Semua harus bisa diakses masyarakat secara pasti," ujar Menaker. 

Pernyataan ini menekankan bahwa kualitas layanan publik bukan hanya masalah teknis, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja.

Koordinasi Internal untuk Layanan Terintegrasi

Menaker menegaskan bahwa satu layanan publik biasanya bergantung pada dukungan berbagai unit kerja di lingkungan Kemnaker. Oleh karena itu, koordinasi antarunit menjadi sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar dan tidak terhambat.

Pasca-libur Lebaran, Yassierli meminta seluruh unit kerja memperkuat koordinasi internal. “Kita perkuat kementerian ini sebagai nice place to grow. Satu layanan didukung oleh banyak unit kerja, sehingga hal-hal ini menjadi modal kita untuk memberikan layanan terbaik,” katanya. 

Dengan pembenahan internal yang baik, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan tanpa hambatan. Koordinasi yang diperkuat juga mencakup penyelarasan cara kerja, sistem manajemen, dan prosedur layanan publik. 

Hal ini akan memastikan setiap unit kerja mengetahui peran dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan ketenagakerjaan yang cepat, tepat, dan transparan.

Efisiensi dan Ramah Lingkungan

Selain fokus pada koordinasi, Menaker Yassierli mendorong pola kerja yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa layanan publik tetap optimal meski dihadapkan pada berbagai tantangan global, termasuk tekanan ekonomi dan krisis energi di sejumlah negara.

“Pembenahan internal perlu dilakukan seiring dengan tantangan global yang terus berubah. Layanan publik tidak boleh menurun kualitasnya, meski dunia sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi dan energi,” tegas Yassierli.

Dengan mengedepankan efisiensi dan praktik kerja yang ramah lingkungan, Kemnaker juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan layanan publik. Hal ini diharapkan memberi contoh bagi kementerian lain dalam menerapkan prinsip kerja modern yang efektif dan berorientasi pada masyarakat.

Layanan Tepat Waktu dan Responsif

Menaker menekankan bahwa layanan publik Ketenagakerjaan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan akurat. 

Ini termasuk layanan JKP yang menjadi jaring pengaman bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan, serta pelatihan kerja dan pasar kerja yang memberi peluang bagi pencari kerja meningkatkan keterampilan dan mendapatkan kesempatan kerja baru.

Dalam situasi ekonomi yang penuh tekanan, layanan publik yang responsif menjadi sangat penting. “Kemnaker harus memastikan masyarakat, terutama pekerja dan pencari kerja, tetap bisa mengakses layanan secara cepat, pasti, dan tanpa hambatan,” kata Menaker.

Peningkatan kualitas layanan juga mencakup pemantauan terus-menerus terhadap kinerja aplikasi digital, sistem informasi, dan titik layanan publik. Semua upaya ini dilakukan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat yang mengakses layanan ketenagakerjaan.

Tantangan Global dan Strategi Pascaleberan

Situasi global, seperti ketidakpastian ekonomi, fluktuasi harga energi, dan perubahan pasar tenaga kerja, menuntut Kemnaker hadir sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Menaker menegaskan bahwa kualitas layanan publik tidak boleh menurun di tengah dinamika global yang terus berubah.

Strategi pascaleberan yang ditekankan Yassierli meliputi koordinasi antarunit, pembenahan internal, efisiensi kerja, dan peningkatan responsivitas layanan publik. Tujuannya agar masyarakat dapat memperoleh layanan secara cepat dan terjamin, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap Kementerian Ketenagakerjaan.

Dengan langkah-langkah ini, Kemnaker berharap dapat meningkatkan kualitas layanan publik secara berkelanjutan, sehingga pekerja dan pencari kerja mendapatkan perlindungan, pelatihan, dan informasi pasar kerja secara optimal. 

Menaker juga berharap semua pihak di kementerian berkolaborasi untuk memastikan layanan publik selalu siap menjawab tantangan global dan kebutuhan masyarakat.

Terkini