Maybank Indonesia Catat Pembiayaan Berkelanjutan Tumbuh Pesat Tahun 2025

Jumat, 03 April 2026 | 13:59:53 WIB
Maybank Indonesia Catat Pembiayaan Berkelanjutan Tumbuh Pesat Tahun 2025

JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan berkelanjutan sepanjang 2025. 

Total realisasi pembiayaan ini mencapai Rp8,24 triliun, meningkat 92,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan komitmen bank dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus mendorong ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Realisasi pembiayaan dihitung berdasarkan Klasifikasi Kerangka Kerja Produk Berkelanjutan (Sustainable Product Framework/SPF) dan Kerangka Kerja Keuangan Transisi (Transition Finance Framework/TFF) yang berlaku secara global dan telah ditetapkan oleh Maybank Group. 

Secara kumulatif, sejak 2021 hingga 2025, Maybank Indonesia telah memobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp17,31 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa pertumbuhan ini didorong terutama oleh ekspansi pembiayaan sektor hijau, khususnya transportasi ramah lingkungan. 

“Kenaikan ini terutama ditopang oleh ekspansi pembiayaan sektor hijau, dengan transportasi ramah lingkungan yang menjadi kontributor terbesar,” ujar Steffano.

Fokus Pembiayaan Transportasi Ramah Lingkungan

Pembiayaan pada sektor transportasi ramah lingkungan mencapai Rp4,6 triliun sepanjang 2025, naik signifikan dibandingkan Rp2,1 triliun pada 2024. Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan dukungan terhadap pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

Steffano menambahkan bahwa penyaluran ini mencakup pembiayaan kendaraan listrik maupun pendukung rantai nilainya. 

Pada segmen ritel, pembiayaan disalurkan melalui entitas anak, Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, untuk kendaraan listrik maupun hibrida, baik roda dua maupun roda empat. 

Pendekatan ini memungkinkan masyarakat lebih mudah mengakses pembiayaan ramah lingkungan sekaligus mendukung target dekarbonisasi transportasi.

Ekspansi ke Energi Terbarukan dan Sumber Daya Alam

Selain transportasi, Maybank Indonesia menyalurkan pembiayaan pada sektor energi terbarukan sebesar Rp315 miliar. Selain itu, pembiayaan pada pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan tercatat Rp500 miliar. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi transisi menuju ekonomi rendah karbon dan mendukung agenda pembangunan hijau di Indonesia.

Bank juga memperluas portofolio melalui investasi pada instrumen berkelanjutan seperti obligasi hijau (green bonds) dan sukuk senilai Rp1,5 triliun. Selain itu, instrumen pembiayaan berbasis keberlanjutan melalui sustainability-linked financing mencapai Rp1,1 triliun. Menurut Steffano, instrumen ini efektif mendorong target keberlanjutan serta memperkuat peran bank sebagai mitra strategis dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam strategi operasional nasabah.

Dampak Sosial dan Inklusi Keuangan

Maybank Indonesia juga menekankan pembiayaan sosial yang mendukung pengembangan usaha, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja. Total penyaluran di sektor ini mencapai Rp172 miliar. 

Pembiayaan diarahkan pada usaha mikro, kecil, menengah, dan pelaku ekonomi inklusif, sehingga memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia hingga 2025 mencapai Rp21,23 triliun atau 19,55 persen dari total kredit bank. 

Steffano menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan konsistensi bank dalam menjalankan misi “Humanising Financial Services” sekaligus memperkuat strategi jangka panjang ROAR30 (2026-2030) yang menempatkan keberlanjutan dan nilai syariah sebagai diferensiasi utama pertumbuhan.

Kinerja Non-Finansial dan Komitmen Keberlanjutan

Selain kinerja finansial, Maybank Indonesia juga menunjukkan hasil signifikan pada aspek non-finansial. Hingga 2025, bank telah meningkatkan kesejahteraan lebih dari 400 ribu rumah tangga, mengurangi emisi karbon operasional (cakupan 1 dan 2) sebesar 30,84 persen dari baseline 2019, serta mencatat lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan.

Steffano menyatakan, “Dengan kinerja tersebut, Maybank Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pelaku industri perbankan yang aktif mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.” 

Pencapaian ini menggarisbawahi bahwa strategi keberlanjutan tidak hanya berfokus pada angka finansial, melainkan juga dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui pembiayaan sektor hijau, instrumen keuangan berkelanjutan, dan pembiayaan sosial, Maybank Indonesia membuktikan bahwa perbankan dapat menjadi motor penggerak transisi energi serta pembangunan berkelanjutan. 

Capaian 2025 menjadi pijakan kuat untuk ekspansi dan inovasi di masa mendatang, sekaligus memperkuat posisi bank sebagai mitra strategis nasabah yang peduli pada lingkungan dan masyarakat.

Terkini