JAKARTA - Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia semakin menunjukkan arah positif, terutama dengan keterlibatan generasi muda dari lingkungan perguruan tinggi.
Mahasiswa kini tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga pencipta karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya. Seni pertunjukan seperti teater musikal menjadi salah satu medium yang memperlihatkan bagaimana kreativitas dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif atau Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menyebut subsektor seni pertunjukan dan musik dengan sumber daya talenta dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Ia mengatakan perguruan tinggi dapat menjadi tempat talenta terbaik yang melimpah yang dapat mengembangkan industri teater musik di Indonesia.
“Pagelaran ini menunjukkan lewat kolaborasi lintas sektor, dapat menghasilkan sebuah karya yang nantinya akan kita abadikan bersama, dan saya yakin hasilnya akan luar biasa bagus. Jadi, kalian memiliki satu tugas, memikirkan hal tersebut,” ujar Wamen Ekraf.
Kolaborasi Jadi Kunci Karya Berkualitas
Karya seni yang lahir dari mahasiswa tidak berdiri sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menghasilkan pertunjukan yang berkualitas dan bernilai tinggi.
Mulai dari penulis naskah, aktor, penata musik, hingga tim produksi, semuanya berperan penting dalam menciptakan satu kesatuan pertunjukan yang utuh.
Wamenekraf Irene mengapresiasi keberanian mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dalam menghadirkan pertunjukan teater musikal bernuansa dangdut berjudul “Musikal Pasar Dangdoet: Semesta Berdendang” sebagai kekuatan naratif sekaligus identitas budaya dalam format teater musikal modern.
Karya ini menunjukkan bahwa seni tradisional seperti dangdut dapat dikemas ulang dalam format modern tanpa kehilangan identitasnya. Justru, pendekatan ini membuka peluang baru agar budaya lokal dapat diterima oleh generasi muda dan pasar yang lebih luas.
Kreativitas sebagai Motor Pertumbuhan
Wamen Ekraf menambahkan, karya seperti Semesta Berdendang perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional, khususnya subsektor seni pertunjukan dan musik.
“Saya ingin kalian semua menciptakan peluang tersebut mulai dari bangku kuliah. Apa yang terjadi hari ini bukan hanya karena modal, tetapi juga karena kegigihan. Generasi muda ini sudah mulai bukan hanya mikirin bisnis, bukan hanya mikirin ekonomi, tapi mikirin bagaimana kreativitas bisa menjadi engine of growth,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kreativitas bukan hanya soal ekspresi, tetapi juga potensi ekonomi. Dengan ide yang tepat, karya seni dapat menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.
Organisasi Mahasiswa sebagai Wadah Berkarya
Semesta, yang merupakan singkatan dari Semangat Seni Prasetiya Mulya, adalah organisasi teater musikal mahasiswa yang berfokus pada pengembangan seni pertunjukan berbasis budaya Indonesia.
Organisasi ini menjadi bukti bahwa kampus dapat menjadi ruang yang efektif untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa di bidang seni. Tidak hanya itu, mahasiswa juga belajar mengelola produksi, membangun jaringan, dan memahami industri kreatif secara langsung.
Melalui wadah seperti ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di sektor kreatif.
Dukungan Kampus Perkuat Ekosistem
Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Hassan Wirajuda, mengungkapkan kreativitas yang diasah melalui kegiatan seperti ini merupakan fondasi bagi inovasi di berbagai bidang, mulai dari industri budaya media, hingga ekonomi berbasis pengetahuan.
“Kegiatan ini bukan hanya sebuah ekspresi artistik, tapi juga merupakan bagian integral dari ekosistem pembelajaran di perguruan ini. Lebih jauh dari itu, kita juga melihat keterkaitan yang semakin erat antara dunia pendidikan dan sektor ekonomi kreatif. Oleh karena itu Universitas Prasetya Mulya akan terus mendorong ruang-ruang ekspresi dan kolaborasi,” jelasnya.
Dukungan dari institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kreativitas. Dengan fasilitas dan ruang yang memadai, mahasiswa dapat lebih leluasa bereksplorasi.
Cerita Rakyat dalam Balutan Modern
Pertunjukan bertemakan “Diverse Artistry: The Semesta Glitz” mengangkat kisah kehidupan masyarakat pasar tradisional di tengah dinamika kota modern.
Tokoh Adeng digambarkan sebagai pemuda yang bercita-cita menjadi aktor dan komika, namun harus berhadapan dengan harapan keluarga untuk melanjutkan usaha. Melalui lagu, humor, dan konflik keseharian, pementasan ini memotret perjuangan masyarakat kecil dalam menyeimbangkan realitas hidup dan impian.
Cerita ini menjadi relevan karena menggambarkan dilema yang sering dihadapi banyak orang, terutama generasi muda yang ingin mengejar impian namun tetap terikat dengan tanggung jawab keluarga.
Kolaborasi Seni dalam Satu Panggung
Pementasan yang diperankan oleh mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya ini disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf dan Dadang Badoet, menghadirkan kolaborasi seni pertunjukan yang memadukan musik, komedi, dan narasi sosial dalam satu panggung yang dinamis.
Kombinasi berbagai elemen ini menciptakan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah emosi penonton. Setiap unsur saling melengkapi sehingga menghasilkan pertunjukan yang utuh dan berkesan.
Dampak bagi Ekonomi dan Budaya
Kementerian Ekraf memandang karya semacam ini sebagai contoh konkret bagaimana generasi muda mampu mengembangkan kekayaan budaya lokal menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas bangsa.
Dengan pendekatan yang tepat, budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habisnya. Selain melestarikan budaya, karya kreatif juga dapat membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja.
Pertunjukan seni yang diinisiasi mahasiswa menunjukkan bahwa kreativitas memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Dengan dukungan pemerintah, kampus, dan kolaborasi lintas sektor, potensi ini dapat terus berkembang.
Ke depan, diharapkan semakin banyak karya kreatif yang lahir dari generasi muda. Dengan semangat inovasi dan keberanian bereksperimen, mahasiswa dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus penjaga identitas budaya bangsa secara berkelanjutan di masa depan Indonesia.