Daftar Harga BBM Selasa 7 April 2026 Pertamina Shell BP Vivo Masih Stabil

Selasa, 07 April 2026 | 11:25:32 WIB
Daftar Harga BBM Selasa 7 April 2026 Pertamina Shell BP Vivo Masih Stabil

JAKARTA - Di tengah dinamika harga energi global yang terus bergerak, kondisi harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri hingga 7 April 2026 masih menunjukkan kestabilan. 

Sejumlah operator besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Energy belum melakukan perubahan harga sejak penyesuaian terakhir pada Maret 2026.

Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena fluktuasi harga minyak dunia kerap memengaruhi harga BBM domestik. Namun hingga awal April, pemerintah masih mempertahankan kebijakan stabilisasi harga demi menjaga daya beli masyarakat agar tidak terbebani kenaikan biaya energi.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kehati-hatian dalam merespons tekanan eksternal, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Meski begitu, pemerintah tetap membuka peluang evaluasi berkala terhadap harga BBM sesuai perkembangan pasar global.

Kebijakan Stabilisasi Harga BBM Masih Dipertahankan Pemerintah

Pemerintah menegaskan bahwa belum adanya perubahan harga BBM bukan berarti kondisi ini bersifat permanen. Kebijakan yang diambil saat ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap masyarakat.

Dengan mempertahankan harga, pemerintah berharap aktivitas ekonomi tetap berjalan stabil, terutama di sektor transportasi dan distribusi barang. Stabilitas harga BBM juga menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi agar tidak melonjak.

Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengikuti informasi resmi karena setiap kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi global, nilai tukar, serta kemampuan fiskal negara.

Rincian Harga BBM Pertamina per 7 April 2026 di Jawa

Harga BBM dari Pertamina masih mengacu pada penyesuaian yang dilakukan pada 1 Maret 2026. Pada saat itu, terjadi kenaikan harga BBM non-subsidi berkisar antara Rp200 hingga Rp950 per liter, sementara BBM subsidi tetap tidak berubah.

Memasuki April, belum ada kebijakan baru yang mengubah harga tersebut. Berikut rincian harga BBM di wilayah Jawa:

Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900 per liter
Dexlite (CN 51): Rp14.200 per liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp14.500 per liter

Harga ini masih menjadi acuan utama bagi masyarakat di berbagai daerah, khususnya untuk kebutuhan transportasi harian dan distribusi logistik.

Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Masih Mengikuti Penyesuaian Maret

Selain Pertamina, operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo Energy juga belum melakukan perubahan harga sejak awal Maret 2026.

Berikut rincian harga BBM masing-masing perusahaan:

Shell:
Shell Super (RON 92): Rp12.390 per liter
Shell V-Power (RON 95): Rp12.500 per liter
Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720 per liter
Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp14.620 per liter

BP:
BP 92 (RON 92): Rp12.390 per liter
BP Ultimate (RON 95): Rp12.500 per liter
BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp14.620 per liter

Vivo Energy:
Revvo 92 (RON 92): Rp12.390 per liter
Revvo 95 (RON 95): Rp12.930 per liter
Diesel Primus Plus (CN 51): Rp14.610 per liter

Harga tersebut menunjukkan bahwa seluruh operator masih mempertahankan struktur harga yang relatif seragam, khususnya untuk produk dengan oktan setara.

Sebaran Harga BBM Pertamina di Seluruh Wilayah Indonesia

Di luar Pulau Jawa, harga BBM dari Pertamina juga masih mengikuti kebijakan yang berlaku sejak awal Maret 2026. Perbedaan harga antarwilayah dipengaruhi oleh faktor distribusi dan kebijakan zonasi.

Di wilayah Sumatera, harga Pertamax berkisar antara Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter, sementara Dexlite berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.800 per liter. Untuk wilayah Free Trade Zone seperti Sabang dan Batam, harga cenderung lebih rendah dibanding daerah lain.

Di kawasan Jawa dan Bali, harga relatif lebih stabil dengan Pertamax di angka Rp12.300 per liter dan Dexlite Rp14.200 per liter. Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki harga sedikit lebih tinggi, mencerminkan biaya distribusi yang lebih besar.

Di Kalimantan dan Sulawesi, harga BBM juga berada pada kisaran yang hampir sama dengan wilayah Sumatera. Sedangkan di Maluku dan Papua, harga tetap mengikuti skema distribusi nasional dengan beberapa penyesuaian untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Meski terdapat perbedaan antarwilayah, pemerintah tetap menjaga agar harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap seragam di seluruh Indonesia, masing-masing di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Stabilitas Harga BBM dan Dampaknya bagi Masyarakat

Kondisi harga BBM yang masih stabil hingga awal April 2026 memberikan dampak positif bagi masyarakat. Biaya transportasi yang tidak berubah membantu menjaga kestabilan harga barang dan jasa, sehingga tekanan inflasi dapat diminimalkan.

Bagi pelaku usaha, khususnya di sektor logistik dan distribusi, stabilitas ini memberikan kepastian dalam perencanaan biaya operasional. Hal ini penting untuk menjaga kelangsungan usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun demikian, masyarakat tetap perlu waspada terhadap kemungkinan perubahan harga di masa mendatang. Faktor eksternal seperti harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan energi global dapat memengaruhi keputusan pemerintah dalam menetapkan harga BBM.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi agar dapat menyesuaikan pengeluaran dan perencanaan keuangan dengan lebih baik.

Dengan kondisi saat ini, harga BBM di Indonesia masih berada dalam fase stabil, namun tetap dinamis mengikuti perkembangan global. Kebijakan pemerintah yang berhati-hati menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Terkini