Wapres Gibran Apresiasi Petani Kupang dan Dorong Suplai MBG Berkualitas

Selasa, 07 April 2026 | 13:45:44 WIB
Wapres Gibran Apresiasi Petani Kupang dan Dorong Suplai MBG Berkualitas

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menaruh apresiasi tinggi kepada kelompok tani di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Hal ini terkait laporan bahwa hasil panen mereka telah disalurkan sebagai bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah setempat.

Wapres Gibran hadir langsung di Agroeduwisata GMIT Tarus untuk melihat secara langsung aktivitas para petani. Ia menemui Komunitas Petani Millenial, yang terdiri atas Kelompok Tani Pemuda Sulamanda dan Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih. 

Kehadiran Wapres memberikan dorongan moral kepada petani lokal sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung rantai produksi pertanian hingga hilir.

“Tadi saya lihat hasil panen sudah disuplai untuk MBG. Jadi kan untuk offtaker-nya (pembeli hasil panen tetap) sudah jelas, ya, nanti digunakan untuk MBG, termasuk yang perikanan ini disuplai juga,” kata Gibran.

Kendala yang Dihadapi Petani dan Permintaan Solusi

Saat bertemu petani, Wapres Gibran meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk ikut mencari solusi atas kendala yang dialami para petani. Tujuannya agar besaran dan kualitas hasil panen dapat terjaga, sekaligus mendukung keberlanjutan suplai MBG.

“Jadi nanti PR kita, Pak Gubernur, ya, kita akan tambah alat-alatnya sesuai kebutuhan,” ujar Gibran, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung kebutuhan teknologi dan sarana produksi pertanian.

Salah satu petani, Nathalie Marlinche, menyampaikan kendala yang dialami, di antaranya keterbatasan air dan peralatan sederhana. 

“Yang pertama, yaitu terkait penyediaan air untuk kami menyiram. Biasanya kami menggunakan cara air dipikul. Kemudian yang kedua, terkait proses pengelolaan lahan yang masih menggunakan alat sederhana seperti pacul,” ungkap Nathalie.

Kendala-kendala ini dianggap krusial karena memengaruhi produktivitas dan kualitas panen. Dengan perhatian langsung dari Wapres, para petani diharapkan bisa mendapat dukungan nyata berupa teknologi modern, infrastruktur irigasi, serta pelatihan pengelolaan lahan yang lebih efisien.

Optimalisasi Rantai Produksi Pertanian dari Hulu ke Hilir

Usai mendengar keluhan petani, Gibran menegaskan bahwa pemerintah fokus mengoptimalkan seluruh rantai produksi pertanian, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup penyediaan air, benih dan bibit unggul, pupuk, hingga pemanfaatan peralatan modern.

“Akan kita pikirkan dari A sampai Z. Jadi masalah air, masalah benih, bibit, masalah pupuk, dan juga yang paling penting peralatan modernnya. Jadi kita nggak bisa lagi pakai tenaga, alat-alat manual, nanti kerja keras kita terbuang,” tegas Wapres.

Gibran menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya sebatas produksi, tetapi juga pengelolaan hasil panen agar bisa dijadikan suplai MBG yang berkualitas. Upaya ini sesuai dengan arahan Presiden untuk mendorong swasembada pangan dan energi di Indonesia.

“Bapak, Ibu, sekarang kan fokusnya Pak Presiden ada swasembada pangan dan swasembada energi. Jadi Pak Presiden pesan ke kita, produksi pertanian itu benar-benar ingin digenjot,” jelas Gibran, menekankan bahwa keberhasilan para petani akan berdampak pada ketahanan pangan nasional.

Peran Kelompok Tani Millenial dan Wanita Tani Cinta Kasih

Komunitas Petani Millenial dan Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih menjadi contoh bagaimana petani lokal dapat berkontribusi pada program MBG. Kelompok ini tidak hanya menekankan pada kuantitas panen, tetapi juga kualitas bahan baku yang disalurkan ke masyarakat.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, para petani diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, menggunakan teknologi yang lebih modern, serta memanfaatkan metode pertanian berkelanjutan. 

Selain itu, keterlibatan generasi muda dan wanita di sektor pertanian menjadi modal penting untuk memastikan keberlanjutan program MBG.

Kelompok-kelompok tani ini juga mendapatkan bimbingan dalam hal pengelolaan irigasi, pengolahan tanah, serta distribusi hasil panen. Dengan pendekatan sistematis, produksi pertanian di Desa Mata Air bisa meningkat, mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus program MBG yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dampak Positif Kunjungan Wapres terhadap Pertanian Lokal

Kehadiran Wapres Gibran membawa semangat baru bagi petani Desa Mata Air. Apresiasi langsung dari pemerintah pusat memberikan motivasi tambahan, sekaligus menegaskan bahwa kontribusi mereka memiliki nilai strategis untuk masyarakat dan negara.

Selain itu, pertemuan ini membuka peluang kerja sama lebih luas dengan pemerintah provinsi, misalnya pengadaan alat pertanian modern, sistem irigasi, hingga program pelatihan untuk petani. 

Dengan dukungan tersebut, produksi pangan lokal tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan MBG, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

Kunjungan Wapres ini juga menjadi momentum penting bagi pengembangan pertanian modern di Nusa Tenggara Timur. Dengan perhatian pada inovasi, teknologi, dan rantai distribusi, program MBG dapat dijalankan lebih efektif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Terkini