ParagonCorp Luncurkan PES Daur Ulang Kemasan Kosmetik di Halte Transjakarta

Rabu, 08 April 2026 | 13:02:01 WIB
ParagonCorp Luncurkan PES Daur Ulang Kemasan Kosmetik di Halte Transjakarta

JAKARTA - ParagonCorp secara resmi memperkenalkan Paragon Empties Station (PES), inovasi pengelolaan sampah kosmetik di Halte Transjakarta CSW, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026.

Mesin ini merupakan smart drop box berbasis teknologi yang dikembangkan bersama PlasticPay, mampu menerima kemasan kosong kosmetik dari semua brand, termasuk material plastik, kertas, kaca, dan campuran.

PES tidak hanya berfungsi sebagai titik pengumpulan, tetapi juga sebagai sarana edukasi masyarakat. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk mengubah kebiasaan dalam mengelola kemasan bekas pakai. 

Langkah ini merupakan bagian dari strategi ParagonCorp secara menyeluruh dalam pengelolaan kemasan, mulai dari tahap desain produk ramah lingkungan hingga sistem take-back dan daur ulang pasca konsumsi.

ParagonCorp menekankan bahwa PES bisa menjadi model bagi industri lain untuk menerapkan praktik ekonomi sirkular. Dengan menyediakan mesin di ruang publik, masyarakat memiliki kesempatan langsung untuk berpartisipasi dalam daur ulang dan mengurangi jumlah sampah kosmetik yang mencemari lingkungan.

Kolaborasi Strategis Dorong Ekonomi Sirkular

Peluncuran PES dilakukan dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan PT Transjakarta, menghadirkan mesin reverse vending berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memudahkan masyarakat mendaur ulang kemasan kosmetik.

Suci Hendrina, Head CSR ParagonCorp, menjelaskan bahwa PES dirancang untuk mendekatkan kebiasaan baik ke dalam rutinitas harian masyarakat, khususnya pengguna transportasi publik.

 “Dari hasil pembicaraan sebelumnya kita bisa menyelenggarakan Paragon Empties Station (PES) sekaligus kolaborasi dengan DLH untuk terus membangun kebiasaan masyarakat peduli kebersihan dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suci menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal dalam komitmen ParagonCorp untuk berinovasi dalam pelayanan konsumen sekaligus peduli lingkungan. 

“Ini langkah awal Paragon untuk terus berinovasi memberikan yang terbaik, menjawab kebutuhan konsumen dan menemani keseharian masyarakat. Kita menyadari membangun kebiasaan itu bisa dekat dengan sehari-hari,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah dan Peran Transportasi

Pemerintah DKI Jakarta menyambut baik kehadiran PES. Dudi Gardesi Asikin, Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, menekankan perlunya sinergi antara produsen dan pemerintah dalam menangani limbah rumah tangga, khususnya kemasan kosmetik yang sulit terurai.

“Perlu adanya kolaborasi dengan membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Kami mengapresiasi Paragon untuk mengurangi sampah dan mencerminkan ekonomi sirkular yang tidak berakhir sebagai limbah merusak lingkungan,” kata Dudi.

Sementara itu, Yungki Syailendra, Head of Commercial Division Transjakarta, menyatakan bahwa lokasi Halte CSW dipilih karena strategis, melayani lebih dari 15.000 penumpang setiap hari. 

“Dengan mobilitas jutaan pelanggan setiap harinya, Transjakarta memiliki peran strategis dalam menghadirkan inisiatif yang tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku. Kehadiran PES menjadi langkah awal mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam keseharian masyarakat,” jelas Yungki.

Cara Kerja Mesin dan Insentif Pengguna

Mesin PES menerima kemasan kosmetik dari berbagai brand, selama kemasan bersih dan logo terlihat jelas. Pengguna cukup menempatkan kemasan di area pemindaian, lalu sistem AI akan memprosesnya.

Untuk mendorong partisipasi, pengguna yang menyetorkan kemasan melalui opsi Drop Earn Points akan menerima poin yang bisa ditukarkan melalui aplikasi member Paragon. Mengenai alur pengelolaan, Suci Hendrina menjelaskan bahwa sampah yang terkumpul tidak akan berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi akan diolah menjadi produk baru yang bermanfaat.

 “Mesin daur ulang ini untuk kosmetik digunakan. Kita kembangkan dari mesin AI. Hasilnya juga akan dilanjutkan menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Suci.

Secara teknis, beauty empties melalui empat tahap: pengumpulan, pemilahan berdasarkan jenis plastik, pencacahan, hingga pemrosesan menjadi produk baru seperti kemasan, bahan bakar alternatif, atau produk daur ulang lainnya.

Ekspansi dan Dampak Edukasi

Hadirnya PES di ruang publik diharapkan mendorong industri lain mengikuti langkah serupa. PES di Halte CSW adalah bagian dari 10 titik awal fase pilot ParagonCorp, tersebar di lokasi strategis: retail (Wardah Store Bintaro Plaza, Makeupuccino Bandung), ruang publik (Masjid Istiqlal, Masjid Salman ITB Bandung), hingga kantor ParagonCorp.

Masyarakat dapat dengan mudah mengembalikan kemasan kosong melalui PES, yang selanjutnya dipilah dan diproses sesuai karakteristik materialnya. ParagonCorp juga memastikan transparansi pengolahan sampah, dan hasil daur ulang telah diwujudkan menjadi produk bernilai guna.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa teknologi, edukasi, dan kolaborasi strategis bisa menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan, sekaligus membiasakan masyarakat dengan praktik ekonomi sirkular sehari-hari. 

Melalui PES, masyarakat tidak hanya memanfaatkan transportasi publik, tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan dengan cara mudah dan interaktif.

Dengan langkah ini, ParagonCorp membuktikan bahwa inovasi ramah lingkungan bisa mengintegrasikan kebutuhan konsumen, edukasi publik, dan keberlanjutan ekosistem. MESIN PES bukan hanya alat daur ulang, tetapi simbol transformasi budaya konsumsi kosmetik yang lebih bertanggung jawab.

Terkini