Mahasiswa Indonesia Sabet Juara 3 Dunia Kontes Satelit CanSat 2026

Rabu, 10 Juni 2026 | 00:17:01 WIB
Juara Kompetisi CanSat 2026

JAKARTA - Kelompok Bamantara EEPISAT yang mumpuni dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya sukses mengamankan predikat Juara 3 Dunia dalam ajang CanSat 2026. Turnamen global yang sangat dihormati di sektor teknologi antariksa ini diikuti oleh 40 delegasi dari beraneka negara.

Agenda kompetisi berskala global tersebut diselenggarakan secara resmi oleh American Astronautical Society yang bersinergi langsung dengan badan antariksa National Aeronautics and Space Administration.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo mengutarakan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan gemilang para mahasiswa tanah air tersebut.

Menurut pandangan dia, gairah untuk berkreasi serta menciptakan hal baru pada sanubari remaja Indonesia wajib dirawat, dipacu, sekaligus disebarkan kepada kaum muda tanah air lainnya.

"Masa depan bangsa berada di tangan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing dengan generasi terbaik dari seluruh dunia," ujar Indroyono dalam keterangan pers Kedutaan Besar RI di Washington DC, Rabu (10/6).

Turnamen CanSat sendiri ialah kejuaraan internasional yang menguji kelihaian para mahasiswa dalam merancang, menyusun, sekaligus mengendalikan satelit berukuran mini yang menyerupai wadah minuman kaleng ukuran 350 mililiter.

Setiap kubu diwajibkan menyatukan bermacam komponen subsistem satelit. Bagian tersebut mencakup jaringan komunikasi, perangkat sensor, pusat pasokan listrik, hingga mekanisme penyelamatan memakai parasut.

Pada waktu pengerjaan tugas lapangan yang digelar Minggu (7/6), delegasi asal Indonesia ini terbukti andal dalam meluncurkan muatan mekanis rakitan mereka dengan bantuan wahana roket hingga menyentuh elevasi 714 meter.

Kala energi pendorong roket telah habis, kompartemen payload terbuka lalu mengudara turun menggunakan peranti paralayang. Sesaat sebelum menyentuh tanah, parasut cadangan terkembang guna menahan kecepatan agar muatan mendarat dengan selamat tanpa kerusakan.

Keberhasilan operasi ini ditunjukkan dengan kondisi telur yang tetap utuh, di mana objek tersebut digunakan sebagai alat peraga untuk muatan yang rentan hancur. Sederet instrumen sensor pun bekerja sempurna dalam menyalin data elevasi, letak koordinat satelit, serta kelembapan udara.

Segenap berkas informasi beserta dokumentasi visual dari sepasang kamera onboard dipancarkan secara berkala ke stasiun pengendali utama yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari titik jatuhnya satelit.

Kelompok Bamantara EEPISAT ini diperkuat oleh deretan nama bertalenta seperti Adam Kandias, Rafida Azis Al Habib, Ax'l Nurrahim, Lintang Arum Sari, Fatma Aliea Wibowo, Muhammad Tsaqif Mukhayyar, Muhammad Rizky, Immanuel Valentino Wibowo, Tsania Zahira Soffa, dan Callista Salsabila Sugianto.

Berdasarkan laporan dari KBRI Washington, torehan prestasi ini menjadi cerminan nyata dari kapasitas para pelajar Indonesia dalam melahirkan teknologi penerbangan yang sanggup diadu di kancah internasional.

Pencapaian pada tahun ini sekaligus meneruskan tren positif Indonesia dalam kejuaraan yang sama. Di ajang CanSat USA 2022, perwakilan PENS membawa pulang Juara 3 Dunia, lalu naik kelas menjadi Juara 2 Dunia pada edisi CanSat USA 2023 di Virginia.

Ketahanan performa tersebut memperlihatkan bahwa daya cipta serta kapabilitas mahasiswa Indonesia sanggup menandingi kontestan dari negara maju lain, termasuk India, Turkiye, Meksiko, Polandia, hingga Argentina.

Kejayaan ini bukan sekadar mengangkat martabat Indonesia di mata dunia, melainkan turut membuka keran selebar-lebarnya bagi kemunculan penemuan baru serta bisnis rintisan di bidang teknologi penerbangan.

Untuk langkah selanjutnya, Kelompok Bamantara EEPISAT dikabarkan tengah mengasah kemampuan demi menyongsong turnamen peluncuran roket internasional yang bakal dihelat di Jerman pada 2027 mendatang.

Terkini