Pemerintah Siapkan Bansos untuk Keluarga Siswa Sekolah Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 01:11:31 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan paket bantuan sosial lengkap untuk keluarga siswa Sekolah Rakyat.

JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan seluruh keluarga siswa Sekolah Rakyat akan memperoleh paket bantuan sosial lengkap, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, PBI Jaminan Kesehatan, hingga program perbaikan rumah tidak layak huni.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (10/6/2026), Saifullah menyampaikan sebanyak 10.000 rumah orang tua siswa akan diperbaiki melalui kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

"Seluruh keluarga siswa mendapatkan paket bansos lengkap, PKH, sembako, PBI JK (BPJS -red), dan juga ada 10.000 rumah tidak layak huni orang tua siswa diperbaiki, dan tentu ini bekerja sama dengan Pak Maruarar, Menteri PKP," ujar Saifullah.

Selain bantuan sosial dan renovasi rumah, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga siswa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Seluruh keluarganya mendapatkan bantuan modal pemberdayaan dan menjadi anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih," jelas dia.

Menurut Saifullah, pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menangani kemiskinan secara menyeluruh melalui program Sekolah Rakyat.

Karena itu, Sekolah Rakyat tidak hanya difokuskan sebagai program pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Diharapkan nanti putra-putrinya lulus, keluarganya naik kelas, tidak menerima bansos lagi," kata Saifullah.

Pada kesempatan yang sama, Saifullah mengungkapkan pemerintah menargetkan sebanyak 183 Sekolah Rakyat dapat beroperasi hingga akhir 2026.

"Perkembangan jumlah dan infrastruktur. Dari 166 Sekolah Rakyat rintisan di tahun 2025/2026, kini hingga akhir 2026 insyaallah menjadi 183 unit beroperasi pada tahun 2026/2027. 80 SR rintisan, 93 SR permanen, dan 10 SR rintisan tambahan di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten," ujar Saifullah.

Penambahan jumlah sekolah tersebut diyakini akan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Pemerintah memperkirakan jumlah calon siswa pada 2026 mencapai 32.640 orang sehingga total peserta didik Sekolah Rakyat tahun ini akan melampaui 45.000 siswa.

"Calon siswa pada tahun 2026 mencapai 32.640 orang sehingga total siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat tahun ini, tahun 2026, lebih dari 45.000 siswa," kata Saifullah.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan lanjutan pada 2027 dengan target jumlah siswa menembus 100.000 orang.

"Untuk tahun 2027 nanti kita akan menambah lagi jumlah siswa yang mencapai lebih dari 100.000 siswa dengan SD 31.000 lebih, SMP 34.000 lebih siswa, SMA 36.000 lebih siswa. Kebutuhan guru sebanyak 16.754 orang, kepala sekolah 498 orang, tenaga kependidikan 19.460 orang," tutur Saifullah.

Terkini