OMED Bagikan Dividen Setelah Kinerja Positif 2025

Rabu, 10 Juni 2026 | 01:19:02 WIB
PT Jayamas Medica Industri Tbk.

JAKARTA - PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) memutuskan membagikan dividen tunai final sebesar Rp110,4 miliar atau setara Rp4,08 per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (10/6/2026) dengan tingkat kehadiran pemegang saham mencapai 88,83 persen dari total saham yang memiliki hak suara.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui lima agenda utama, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Selain itu, rapat juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2025, termasuk pembagian dividen tunai final sebesar Rp4,08 per saham kepada pemegang saham.

Agenda lainnya mencakup pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta menunjuk Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

Rapat juga menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang bersifat laporan sehingga tidak memerlukan pengambilan keputusan melalui pemungutan suara.

"Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil yang konsisten bagi investor, sejalan dengan kinerja keuangan yang terus bertumbuh," jelas manajemen dalam keterangan resmi.

Sepanjang 2025, OMED membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun atau meningkat 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,89 triliun.

Laba bruto perusahaan juga tumbuh 15 persen menjadi Rp717,5 miliar dengan margin laba bruto meningkat menjadi 34,8 persen dari sebelumnya 33,1 persen.

Sementara itu, laba tahun berjalan naik 13,9 persen menjadi Rp368,9 miliar dibandingkan Rp324 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mendorong laba per saham menjadi Rp13,57 dari Rp11,89.

Kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan sejumlah segmen usaha. Produk medis sekali pakai dan habis pakai masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 48,8 persen dari total pendapatan.

Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan 16,2 persen yang didukung peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast.

Segmen antiseptik dan dialisis tumbuh 9,6 persen, sedangkan segmen bioteknologi dan laboratorium mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 30,1 persen.

Selain RUPST, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui pengalihan saham treasuri untuk pelaksanaan Management Employee Stock Ownership Program (MESOP).

Program tersebut ditujukan bagi karyawan, Direksi, dan Dewan Komisaris dengan jumlah tahap awal maksimal 17 juta lembar saham.

Perseroan juga memperoleh persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar guna menyesuaikan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang mencakup 11 kegiatan usaha utama dan empat kegiatan usaha penunjang.

Harga pelaksanaan saham MESOP akan ditetapkan berdasarkan nilai wajar pada tanggal pemberian dan tidak boleh lebih rendah dari harga pembelian kembali saham. Program tersebut disertai masa penguncian saham selama 12 bulan kalender.

Halaman :

Terkini