NASA Siapkan Artemis III Menuju Bulan

Rabu, 10 Juni 2026 | 01:27:01 WIB
Kru Artemis III menyapa hadirin di atas panggung dalam konferensi pers NASA pada 9 Juni 2026. Dari kiri ke kanan: astronaut NASA Randy Bresnik, astronaut ESA Luca Parmitano, serta astronaut NASA Frank Rubio dan Andre Douglas.

JAKARTA - NASA resmi memperkenalkan kru misi Artemis III sebagai bagian dari langkah lanjutan Amerika Serikat dalam program eksplorasi Bulan.

Pengumuman tersebut menandai dimulainya fase baru program Artemis yang diproyeksikan menjadi penerus era Apollo dalam upaya membawa manusia kembali menjelajahi Bulan.

Empat astronaut terpilih akan menjalankan misi Artemis III yang difokuskan pada pengujian teknologi dan prosedur penting sebelum pelaksanaan pendaratan manusia di Bulan.

"Setiap dari Anda memiliki latar belakang yang unik. Pengalaman luas dan dedikasi Anda memungkinkan kita melangkah ke tahap berikutnya dalam eksplorasi antariksa," kata Administrator NASA Jared Isaacman saat memperkenalkan para astronaut.

Tim Artemis III terdiri dari Randy Bresnik sebagai komandan misi, Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA) sebagai pilot, serta Frank Rubio dan Andre Douglas sebagai mission specialist.

Randy Bresnik merupakan anggota paling senior dalam tim tersebut. Mantan pilot uji Angkatan Laut dan Marinir Amerika Serikat itu pernah menjalankan misi menggunakan pesawat ulang-alik Space Shuttle pada 2009 dan menjadi komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2017.

Posisi pilot dipercayakan kepada Luca Parmitano yang berasal dari Italia. Ia menjadi satu-satunya anggota kru non-Amerika Serikat dan sebelumnya pernah memimpin ISS pada 2019.

Frank Rubio yang berprofesi sebagai dokter sekaligus mantan pilot helikopter Black Hawk Angkatan Darat AS ditunjuk sebagai mission specialist. Ia dikenal sebagai pemegang rekor penerbangan tunggal terlama astronaut Amerika Serikat dengan durasi 371 hari di ISS.

Sementara itu, Andre Douglas akan menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya setelah sebelumnya menjadi anggota kru cadangan Artemis II.

NASA juga menunjuk Bob Heintz sebagai anggota kru cadangan yang siap menggantikan posisi kru utama apabila diperlukan selama persiapan misi.

Berbeda dari ekspektasi awal yang mengarah pada pendaratan langsung di Bulan, Artemis III saat ini difokuskan pada serangkaian pengujian di orbit rendah Bumi.

Misi yang diperkirakan berlangsung selama dua pekan tersebut akan digunakan untuk menguji berbagai prosedur penting, termasuk rendezvous dan docking atau proses pertemuan serta penyambungan wahana antariksa di luar angkasa.

Data yang diperoleh selama misi akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan sistem dan mengurangi risiko pada misi pendaratan manusia ke Bulan pada masa mendatang.

Program Artemis III juga melibatkan kolaborasi antara NASA dan sektor swasta. Dalam skenario misi, tiga roket akan diluncurkan secara terpisah untuk membawa kapsul Orion dan dua wahana pendarat Bulan.

Dua wahana pendarat tersebut dikembangkan oleh SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos sebagai bagian dari dukungan terhadap program eksplorasi Bulan.

Kapsul Orion nantinya akan melakukan latihan rendezvous dan docking dengan kedua wahana tersebut di orbit Bumi sebelum digunakan dalam misi yang lebih kompleks.

Pengumuman kru Artemis III turut menjadi sorotan di tengah meningkatnya persaingan eksplorasi antariksa antara Amerika Serikat dan China.

China diketahui menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030, sementara Amerika Serikat berupaya mempercepat program Artemis untuk kembali lebih dahulu menempatkan manusia di permukaan Bulan.

"Artemis III sengaja dirancang untuk mengambil risiko terukur agar kru masa depan lebih aman dan kita bisa mengalahkan China kembali ke Bulan," ujar seorang pejabat NASA.

Artemis III hadir setelah keberhasilan Artemis II yang sukses mengelilingi Bulan pada April 2026. Misi tersebut menjadi tonggak penting karena menandai kembalinya manusia menjelajah luar orbit rendah Bumi sejak berakhirnya program Apollo pada 1972.

NASA berharap Artemis III dapat menjadi fondasi menuju pendaratan manusia berikutnya di Bulan sekaligus membuka jalan bagi misi eksplorasi yang lebih jauh ke Mars pada masa depan.

Terkini