Sedang 'Cutting Sugar'? Waspadai Deretan Gula Tersembunyi Berikut Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26:04 WIB
Cutting Sugar.

JAKARTA - Banyak orang kini mulai menerapkan pola hidup cutting sugar atau memangkas konsumsi gula harian guna menjaga kesehatan dan mencegah risiko diabetes. 

Langkah ini menuntut ketelitian ekstra dalam memeriksa label nutrisi pada makanan dan minuman kemasan.

Pada kemasan produk, biasanya tercantum total sugar (gula total) dan added sugar (gula tambahan). Total sugar mencakup gula alami bahan pangan serta gula tambahan. 

Sementara itu, gula tambahan adalah pemanis yang dimasukkan selama proses pengolahan, seperti sirup, madu, konsentrat jus buah, hingga pemanis buatan lainnya. 

Kewaspadaan harus ditingkatkan karena gula tambahan tidak selalu menggunakan istilah 'sugar' atau 'glucose' dalam daftar komposisi.

Melansir Healthline, berikut adalah beberapa istilah gula tersembunyi yang perlu diwaspadai:

Sukrosa: Jenis gula paling umum dari tebu atau sugar beet, terdiri dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Sering ditemukan pada es krim, soda, biskuit, dan saus tomat.

High Fructose Corn Syrup (HFCS): Sirup jagung tinggi fruktosa yang banyak digunakan pada roti, kue, permen, dan minuman bersoda.

Agave Nectar: Sering dianggap alternatif 'sehat', namun mengandung 70–90% fruktosa.

Pemanis dengan Glukosa & Fruktosa: Termasuk beet sugar, honey, maple syrup, molasses, fruit juice concentrate, dan lain-lain.

Pemanis dengan Glukosa: Meliputi dextrose, maltodextrin, maltose, barley malt, dan dextrin.

Pemanis dengan Fruktosa: Seperti crystalline fructose dan fructose.

Jenis Gula Lain: Beberapa pemanis tidak umum yang tidak mengandung glukosa atau fruktosa, seperti D-ribosa dan galaktosa.

Terkini