BRIN Perkuat Ekosistem Kopi Magelang demi Tingkatkan Daya Saing

Senin, 15 Juni 2026 | 18:42:02 WIB
Ekosistem Kopi Magelang

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimplementasikan riset guna memperkuat ekosistem kopi di Magelang dalam upaya meningkatkan daya saing produk tersebut di pasaran.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM BRIN, Driszal Fryantoni, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pendampingan UMKM Berbasis Iptek (PUMI) serta BRIN Goes to Society sebagai bentuk hilirisasi hasil riset yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Inovasi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, diversifikasi produk, dan penguatan daya saing usaha. Riset harus hadir sebagai solusi yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas produk, nilai tambah usaha, dan kesejahteraan masyarakat," katanya melalui keterangan di Jakarta, Senin.

Driszal memaparkan pihaknya menyerahkan bibit kopi unggul hasil riset kepada Pemerintah Kabupaten Magelang.

Terkait aspek budi daya, ia menambahkan bahwa para peneliti BRIN menekankan pentingnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP) untuk mendongkrak produktivitas dan kualitas kopi.

Peningkatan mutu kopi dinilai perlu didukung oleh pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan, pengelolaan kebun yang tepat, teknik pemangkasan, serta pengendalian penyakit karat daun yang menjadi tantangan di sejumlah sentra produksi.

Selain itu, mutu kopi sangat ditentukan oleh kualitas buah yang dipanen. Karena itu, petani didorong meninggalkan praktik “petik pelangi” dan menerapkan pemetikan buah merah secara selektif guna menghasilkan biji kopi yang lebih seragam serta memenuhi standar pasar.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Proses Pangan BRIN, Nendyo Adhi Wibowo, memperkenalkan beragam inovasi pengolahan kopi, termasuk pemanfaatan kulit buah kopi (cascara) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Melalui teknologi pengolahan yang tepat, cascara dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah, seperti cascara tea, kopi herbal, dan minuman fermentasi. Salah satunya adalah kopi Binturong yang berbeda dengan kopi Luwak. Binturong melepehkan biji kopi dengan cara berbeda dari luwak, meskipun keduanya menghasilkan biji kopi yang sama-sama telah mengalami proses fermentasi," ungkap Nendyo.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan bahwa kopi telah menjadi bagian penting dari perekonomian daerah sejak lama. 

Oleh karena itu, pengembangannya perlu didukung dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi agar produktivitas serta kesejahteraan petani dapat terus meningkat.

"Investasi pada riset mungkin belum menjadi program yang paling populer, namun hasil riset dan inovasi dapat menghasilkan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen menjadikan ilmu pengetahuan dan inovasi sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah," ucap Grengseng Pamuji.

Terkini