OJK Menilai Layanan Paylater Berpotensi Diserbu karena Daya Beli Lesu

Senin, 15 Juni 2026 | 04:27:36 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan daya beli masyarakat berpotensi mendorong peningkatan pemanfaatan layanan beli sekarang bayar nanti alias buy now pay later (BNPL) di industri pembiayaan atau multifinance.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan hal itu karena BNPL dianggap sebagai alternatif pembiayaan jangka pendek yang fleksibel.

“Sehingga dapat mendukung pertumbuhan pembiayaan digital di tengah kebutuhan masyarakat, khususnya dari segmen pengguna yang aktif memanfaatkan layanan keuangan digital,” katanya dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, dikutip pada Senin (15/6/2026).

Namun demikian, Agusman turut mengingatkan agar para pelaku usaha BNPL multifinance tetap memperhatikan dan menguatkan pelindungan konsumen.

Adapun, pembiayaan BNPL perusahaan multifinance pada April 2026 tumbuh sebesar 56,92 persen (year on year/YoY) menjadi Rp12,93 triliun. NPF gross terjaga di posisi 2,99 persen.

Sebelumnya pun, Agusman pernah memperkirakan penyaluran pembiayaan BNPL akan tetap tumbuh positif pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh perkembangan ekosistem digital serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang fleksibel.

“Khususnya dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan formal,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK Maret 2026, Rabu (8/4/2026).

Kendati begitu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai risiko yang perlu diwaspadai yakni peningkatan gagal bayar (over leverage konsumen), fraud, dan kualitas underwriting.

Mitigasi yang bisa dilakukan adalah mencakup penguatan credit scoring berbasis data alternatif, pembatasan limit adaptif, monitoring perilaku pembayaran, serta edukasi konsumen. Kemudian, kolaborasi dengan regulator dan penggunaan teknologi AI.

Menurut Heru, segmen BNPL saat ini didominasi oleh generasi muda, first-jobber dan unbanked/underbanked.

Hal ini karena mereka tertarik oleh fleksibilitas pembayaran, kemudahan akses, serta tidak memerlukan kartu kredit. Dengan demikian, BNPL menjadi solusi likuiditas jangka pendek.

“Sebab itu, menurut saya, BNPL masih akan tumbuh kuat, tetapi lebih moderat. Namun, agaknya fokus akan bergeser ke kualitas portofolio, profitabilitas, dan pengelolaan risiko yang lebih prudent. Regulasi juga akan semakin memperkuat stabilitas industri,” tegasnya.

Terkini