Danantara Targetkan Konsolidasi Laporan Keuangan 1000 BUMN

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:17:01 WIB
Ilustrasi Gedung Danatara.

JAKARTA - Pihak Danantara akhirnya membeberkan alasan utama di balik penundaan publikasi laporan keuangan lembaganya kepada masyarakat luas hingga saat ini.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menerangkan bahwa tahapan penyusunan rekapitulasi finansial tersebut masih terus berjalan.

Hal ini terjadi lantaran instansinya sedang fokus mengonsolidasikan seluruh data permodalan dari 1.000 lebih entitas badan usaha milik negara (BUMN).

Proses penggabungan data ini menelan waktu yang tidak sebentar mengingat banyaknya jumlah perusahaan yang bernaung di bawah payung pengelolaan Danantara.

Di samping itu, merujuk pada regulasi yang ada, korporasi berstatus non-terbuka atau non-Tbk memang masih mengantongi tenggat waktu pelaporan finansial hingga pertengahan Juni.

"Kami juga sebenarnya sudah menyerahkan datanya ke BPK yang akan mengaudit kami," ujar Rosan di Kantor Kepresidenan, Senin (15/6).

Walaupun berkas keuangan tersebut belum dirilis secara formal, Danantara memastikan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi bagi para calon penanam modal beserta mitra strategis.

Para investor tetap mengantongi izin untuk meninjau rincian angka, menghitung, dan membedah profil kesehatan perusahaan lewat draf yang sudah disusun.

Langkah ini tetap berlaku bebas meskipun dokumen terkait masih dalam antrean pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sikap keterbukaan yang diambil Danantara ini rupanya membuahkan reaksi positif dari kalangan penanam modal.

Transparansi informasi diyakini sebagai kunci krusial guna memupuk rasa percaya terhadap institusi yang kini memegang kendali penuh atas aset dan investasi deretan BUMN tersebut.

Bukan sekadar menyodorkan hitung-hitungan finansial, Danantara juga berusaha memaparkan secara gamblang terkait dinamika ekonomi serta iklim bisnis yang berdampak pada laju perusahaan.

"Kami kasih tahu apa adanya dan mereka juga bisa mengikuti semua perkembangan yang ada di sini," tegas Rosan.

Penegasan ini sekaligus menjadi bukti bahwa prioritas Danantara sekarang adalah merampungkan sinkronisasi laporan keuangan grup BUMN serta tahapan audit.

Hal tersebut dijalankan secara beriringan dengan upaya merawat kepercayaan para pemilik modal lewat skema keterbukaan data kepada kandidat rekanan bisnis.

Terkini