Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Nyata Polisi di Masa Depan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:51:31 WIB
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Komjen Pol. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak

JAKARTA - Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Komjen Pol. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak menyatakan bahwa disrupsi teknologi akan menjadi tantangan utama bagi institusi kepolisian di masa depan.

“Sekarang tugas polisi tidak hanya ada di dalam ruangan, tapi sekarang sudah tersebar di dunia maya,” kata Panca saat ditemui di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, Rabu.

Ia memaparkan bahwa lompatan teknologi tidak sekadar membawa sisi positif, namun juga memicu dampak negatif seperti maraknya persebaran berbagai konten negatif secara masif.

“Termasuk misalnya bagaimana informasi itu tidak terkurasi. Semua informasi masuk,” katanya.

Arus informasi yang mengalir deras tanpa adanya penyaringan tersebut dinilai berpotensi menyulut perpecahan di kalangan publik. Polisi selaku pelindung ketertiban masyarakat dipastikan akan berhadapan langsung dengan masalah ini.

“Dia akan berhadapan dengan kondisi di lapangan ketika rasa sosial masyarakat itu semakin menipis dan persatuan masyarakat semakin menipis. Pada akhirnya dapat menimbulkan konflik sosial yang ada di masyarakat. Itu tantangan yang paling nyata,” katanya.

Guna mengantisipasi hal itu, Polri lewat Lemdiklat, khususnya STIK, membekali para personel dengan pengetahuan strategis agar siap menghadapi dampak era disrupsi digital di masa mendatang.

“Kami harap mereka akan terus dapat meningkatkan pengetahuannya. Tidak hanya dari lembaga ini, tetapi melalui pelatihan-pelatihan yang Polri akan dan terus lakukan untuk peningkatan kapasitas SDM-nya,” imbuhnya.

Pada Rabu (17/6), STIK melangsungkan prosesi wisuda bagi 289 lulusan yang berasal dari jenjang strata satu, magister, hingga doktor dalam bidang ilmu kepolisian.

Panca menegaskan, setelah menyelesaikan prosesi kelulusan ini, seluruh wisudawan bakal langsung ditempatkan ke area penugasan masing-masing berdasarkan pangkat serta jabatan mereka.

Melalui penempatan langsung tersebut, para lulusan baru diharapkan mampu segera mengimplementasikan seluruh teori dan keahlian yang telah mereka dapatkan selama masa pendidikan.

“Mereka harus turun ke lapangan untuk bisa menerapkan hasil ilmu yang diperoleh selama di lembaga ini dan nanti akan digunakan sebagai pisau analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial masyarakat yang berkaitan dengan tugas polisi, termasuk juga bagaimana mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucapnya.

Terkini