Emiten Tambang MDKA Siapkan Tiga Nama Calon Direktur Anyar

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:50:02 WIB
Ilustrasi Emiten Tambang MDKA Siapkan Tiga Nama Calon Direktur Anyar.

JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana mengajukan perombakan susunan kepengurusan direksi pada forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diagendakan pada 23 Juni 2026.

Emiten sektor pertambangan yang berada di bawah naungan Grup Saratoga tersebut menyodorkan tiga sosok anyar demi mengisi posisi direksi, seiring dengan pengajuan pengunduran diri dari tiga direktur lama.

Pihak MDKA merekomendasikan pengangkatan untuk Mirdal Vismara Timoer, Mohammad Fitriyansyah, beserta M.P. Riyadi Effendy. Bersamaan dengan itu, manajemen memohon persetujuan pemegang saham perihal mundurnya Jason Laurence, David Thomas Fowler, dan Chrisanthus Supriyo.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro memaparkan pergantian susunan manajemen ini merupakan bagian dari skema penyegaran roda organisasi yang sudah dirancang sejak lama.

Sebab portofolio aset kian berkembang serta lini operasi grup makin terpadu, korporasi memerlukan perpaduan nakhoda yang andal di bidang finansial, operasional, tata kelola proyek, hingga ekspansi usaha.

“Merdeka terus berkembang dengan portofolio aset yang semakin luas dan kegiatan operasional yang semakin terintegrasi. Kami percaya pengalaman dan kompetensi para kandidat direksi yang diusulkan akan semakin memperkuat kemampuan perseroan dalam menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Albert dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Satu nama yang direkomendasikan masuk ialah Mirdal Vismara Timoer, yang kini mengemban amanah selaku Deputy Group Chief Financial Officer (CFO) Merdeka Group sejak periode 2025.

Mirdal sudah bergabung dengan lingkaran grup sejak 2018 dan sempat menduduki beraneka posisi krusial, termasuk Head of Corporate Finance, Financial Planning and Analysis (FP&A), serta Investor Relations.

Pria lulusan Deakin University dan Monash University di Australia ini mengantongi kemahiran lebih dari 15 tahun pada sektor finansial, akuntansi, pendanaan, strategi jangka panjang, hingga hubungan investor.

Rekam jejak profesionalnya mencakup industri pertambangan, energi, migas, serta telekomunikasi, yang dipandang selaras demi mendukung misi MDKA melebarkan sayap dari tambang emas menuju komoditas nikel, tembaga, hingga ekosistem EV.

Kandidat kedua ialah Mohammad Fitriyansyah, alumnus Teknik Sipil Universitas Indonesia yang memiliki jam terbang lebih dari tiga dekade pada ranah engineering, manajemen konstruksi, serta realisasi proyek EPC.

Ia tercatat pernah menduduki posisi kepemimpinan di korporasi besar seperti PT Rekayasa Industri, PT Balfour Beatty Sakti Indonesia, PT JGC Indonesia, PT Petrosea Tbk, hingga PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.

Keahliannya tersebar di berbagai sektor dari migas, petrokimia, pembangkit listrik, hingga agribisnis, yang diharap mampu memperkokoh eksekusi proyek strategis mineral kritis serta nikel milik MDKA.

Sementara kandidat ketiga ialah M.P. Riyadi Effendy atau Teddy Effendy, yang memegang jabatan Chief of Business Improvement Merdeka Group sekaligus direktur di jajaran anak usaha.

Teddy mengantongi rekam jejak lebih dari 30 tahun pada bidang keuangan, tata kelola emiten, transformasi korporasi, serta manajemen taktis.

Sebelum merapat ke Merdeka pada 2022, ia pernah berkarir di Arthur Andersen & Co., Grup Astra, Grup Lippo, Kia Mobil Indonesia Group, hingga PT Hyundai Oto Komersial Indonesia yang dinilai strategis bagi efisiensi organisasi.

Pihak perseroan menegaskan pergeseran ini murni untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menjaga stabilitas operasional di tengah ekspansi bisnis yang masif, tanpa mengajukan perubahan di kursi dewan komisaris.

Terkini