MiMo Code Resmi Meluncur Asisten Coding AI Terbaru Besutan Xiaomi

Jumat, 19 Juni 2026 | 03:44:31 WIB
MiMo Code.

JAKARTA - Korporasi teknologi global Xiaomi meluncurkan MiMo Code V0.1.0, sejenis alat bantu pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dioperasikan via terminal PC. Perangkat lunak coding agent ini diproduksi dengan format open source serta didistribusikan gratis di bawah regulasi lisensi MIT.

Pihak Xiaomi menyatakan rasa optimistisnya bahwa MiMo Code mengantongi performa yang lebih kompetitif dibandingkan Claude Code milik Anthropic di sejumlah platform benchmark. Keunggulan tersebut utamanya terlihat pada penugasan pemrograman rumit yang menuntut banyak tahapan sinkronisasi.

Platform MiMo Code dikonstruksi dari cetak biru proyek terbuka OpenCode, yang lalu dipoles kembali oleh teknisi Xiaomi lewat penambahan teknologi memori, sistem workflow, dan penyelarasan model AI internal. Asisten pemrograman pintar ini berkonsentrasi memecahkan masalah degradasi performa AI saat durasi pengerjaan coding memakan waktu lama.

Sebab, kendala laten yang jamak menghinggapi piranti asisten coding AI konvensional adalah memudarnya keandalan model dalam merekam totalitas konteks pengerjaan proyek saat durasi kerja berlangsung lama.

Seiring melimpahnya tumpukan konteks serta perintah baru yang masuk, model AI kerap luput mengingat data krusial seperti keputusan final, cetak biru struktur proyek, hingga histori pekerjaan lampau. Guna mengatasinya, Xiaomi menyuntikkan fitur memori lintas sesi (cross-session memory) pada MiMo Code.

Sistem mutakhir ini dibekali empat lapisan basis memori, yaitu ruang penyimpanan proyek permanen, fitur checkpoint otomatis, berkas catatan transisi, serta log rekam jejak progres pekerjaan. Totalitas informasi tersebut dimanajemeni lewat SQLite FTS5 demi menjamin kecepatan proses pelacakan ulang konteks yang dibutuhkan.

Xiaomi juga menyisipkan sub-agent khusus berlabel "checkpoint-writer" yang bertugas mengabadikan perkembangan proyek secara otomatis tanpa mengganggu kinerja agen utama. Melalui metode pendekatan ini, MiMo Code diklaim sanggup menuntaskan pekerjaan secara konsisten walau proses pengembangan memakan durasi panjang.

Bukan itu saja, disisipkan pula fitur "/dream" yang berfungsi mengevaluasi sesi-sesi kerja terdahulu untuk dirangkum menjadi memori jangka panjang, serta fitur "distill" untuk mendeteksi pola kerja berulang demi efisiensi otomatisasi.

Merujuk pada publikasi rilis data Xiaomi, MiMo Code yang dikolaborasikan bersama model MiMo-V2.5-Pro sukses memanen parameter angka yang lebih tinggi dibandingkan Claude Code di beberapa tools benchmark. Pada instrumen SWE-bench Verified contohnya, MiMo Code mengamankan angka 82 persen dibanding Claude Code yang tertahan di angka 79 persen.

Sementara pada instrumen SWE-bench Pro, MiMo Code sukses memuncaki skor 62 persen, unggul tipis dari pencapaian Claude Code yang mentok di parameter angka 55 persen.

Adapun pada instrumen Terminal Bench 2, MiMo Code sukses menorehkan parameter skor 73 persen, sedangkan kompetitornya Claude Code merengkuh angka 69 persen. Pihak manajemen Xiaomi juga memaparkan telah melangsungkan agenda evaluasi internal lewat metode double-blind pada 576 developer yang mengelola 474 repositori privat.

Di dalam uji coba tersebut, MiMo Code bersama Claude Code mempertontonkan kapasitas performa yang relatif berimbang untuk tipe penugasan di bawah 200 tahapan eksekusi. Namun pada jenis tugas yang menyentuh lebih dari 200 tahapan, indeks kesuksesan MiMo Code dilaporkan menembus angka di atas 65 persen.

Meski begitu, jajaran petinggi Xiaomi berterus terang bahwasanya rentetan angka pencapaian tersebut murni didapat dari kalkulasi pengujian internal sepihak serta belum divalidasi oleh badan independen luar.

Aplikasi MiMo Code dikembangkan agar sanggup beroperasi langsung di dalam ekosistem terminal komputer, termasuk keahlian membaca dan menulis file, mengoperasikan perintah sistem, hingga menata repositori Git. Perangkat ini juga cakap memindahkan berkas konfigurasi, server MCP, keahlian khusus, hingga API yang mulanya dipakai di Claude Code.

Fitur andalan lain yang ikut disematkan adalah Compose Mode. Melalui fungsionalitas ini, pengguna cukup memaparkan target besar pemrograman lewat bahasa lisan sehari-hari, kemudian komputer bakal mengeksekusi fase perencanaan, pengetikan kode, pengujian, hingga evaluasi output secara mandiri.

MiMo Code pun telah mengakomodasi kontrol berbasis suara lewat implementasi teknologi pengenalan audio MiMo-ASR yang dikolaborasikan bersama sistem deteksi aktivitas vokal TenVAD. Pengguna bisa menyalurkan perintah verbal, termasuk menjalankan instruksi operasional seperti "send" atau "execute" tanpa perlu menyentuh keyboard.

Saat ini, program MiMo Code sudah dapat diunduh melalui platform GitHub serta terkoneksi secara otomatis menuju server layanan "MiMo Auto", yang menyajikan akses gratis terbatas ke model MiMo-V2.5. Platform ini juga mendukung konektivitas dengan sistem pihak ketiga yang kompatibel dengan API OpenAI, seperti DeepSeek, Kimi, dan GLM.

Piranti asisten pemrograman pintar ini sudah bisa diinstalasi pada OS macOS serta Linux memanfaatkan baris instruksi terminal, dan juga tersedia untuk OS Windows via paket npm.

Terkini