Jemaah Haji yang Tiba di Indonesia Diharap Menebar Manfaat

Minggu, 21 Juni 2026 | 16:03:01 WIB
Ilustrasi Jemaah Haji yang Tiba di Indonesia.

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau semua jemaah yang sudah kembali ke Indonesia agar memelihara nilai-nilai yang didapat selama beribadah haji serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyampaikan, nilai-nilai berupa kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan yang terpupuk sewaktu menunaikan ibadah haji mestinya senantiasa dirawat sesampainya di Tanah Air.

“Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat kemabruran. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik,” ujar Maria, dalam siaran press, Sabtu (20/6/2026).

Berdasarkan penuturan Maria, esensi perjalanan haji tidak selesai begitu saja ketika jemaah melangkah masuk kembali ke dalam kediaman masing-masing.

Sebaliknya, predikat kemabruran ibadah haji tersebut harus diwujudkan nyata lewat tingkah laku, kepekaan sosial, serta sumbangsih konkret di tengah-tengah keluarga maupun publik.

Maria pun turut memberikan apresiasi atas sikap patuh yang ditunjukkan oleh jemaah sepanjang proses kepulangan berlangsung.

Menurut dia, ketertiban jemaah dalam mengikuti regulasi penerbangan, seperti komitmen untuk tidak menyisipkan air zamzam di dalam koper bagasi ataupun tas kabin, sangat menyokong kelancaran operasional.

“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar dia.

Di samping itu, Maria mengingatkan para jemaah untuk berhati-hati menjaga paspor, kartu identitas haji, boarding pass, serta berkas penting lainnya sepanjang perjalanan kembali ke Indonesia.

Jemaah diimbau tidak menyerahkan dokumen milik mereka kepada pihak yang tidak berwenang serta diharapkan segera melapor ke petugas apabila mendapati kehilangan atau hambatan.

Ia juga menyarankan jemaah melakukan pengecekan ulang pada seluruh barang bawaan sebelum beranjak meninggalkan penginapan hotel, bus, maupun area bandar udara.

Koper serta tas kabin juga disarankan diberi tanda pengenal yang kentara agar mempermudah proses identifikasi saat mendarat di Indonesia.

“Menjelang kepulangan, jangan sampai rasa gembira membuat jemaah lengah. Pastikan dokumen selalu berada dalam pengawasan, periksa kembali barang bawaan, dan ikuti seluruh arahan petugas sampai tiba di daerah masing-masing,” kata Maria.

Hingga hari Sabtu (20/6/2026), agenda pemulangan jemaah haji asal Indonesia dilaporkan masih terus bergulir.

Sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) tercatat sudah diberangkatkan lewat Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan akumulasi 104.753 orang yang terbagi atas 103.687 jemaah dan 1.066 petugas.

Sementara itu, melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, tercatat ada 70 kloter yang mengangkut 26.898 jemaah dan 281 petugas telah diterbangkan menuju Indonesia.

Akumulasi jemaah beserta petugas yang dipulangkan lewat pintu bandara tersebut telah menyentuh angka 27.179 orang.

Secara global, terdapat 329 kloter yang sudah mendarat di Indonesia dengan total 129.025 orang, yang mencakup 127.709 jemaah dan 1.316 petugas petugas haji.

Mobilisasi jemaah dari Kota Mekkah menuju ke Madinah juga dilaporkan masih berjalan sampai saat ini.

Hingga hari ini, sebanyak 226 kloter dengan total muatan 87.496 orang, yang terdiri atas 86.592 jemaah dan 904 petugas, dilaporkan telah diberangkatkan.

Adapun kelompok jemaah haji khusus yang terdata telah tiba kembali di Indonesia sudah mencapai jumlah 15.802 orang, yang terdiri dari 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Terkini