Percepatan Huntap Korban Banjir Aceh Diapresiasi Warga Penyintas

Selasa, 23 Juni 2026 | 19:43:01 WIB
Percepatan Huntap Korban Banjir Aceh Diapresiasi Warga Penyintas.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh sangat menghargai langkah cepat pemerintah dalam mempercepat pembangunan rumah hunian tetap (huntap) in situ.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari lewat pernyataan resmi di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa kepastian penyediaan tempat tinggal yang layak ini juga disertai dengan pembagian paket bantuan logistik sembako untuk warga lokal.

"Selain meninjau progres kemajuan konstruksi rumah di lapangan, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan dasar warga di titik lokasi Kualasimpang dan Peureulak Barat," kata dia.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi, sampai sekarang mereka telah menampung pengajuan pembuatan berkisar 15.000 unit huntap in situ (di pekarangan pribadi masyarakat) dari tiga daerah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Dari total pengajuan itu, ada sekitar 800 sampai 900 unit rumah yang digarap secara bersamaan, dan hampir 400 unit di antaranya kini sudah rampung didirikan.

Terkait hal itu, Abdul menjelaskan salah satu warga yang mendapatkan bantuan huntap, Nurbayti (64), asal Desa Sriwijaya, Aceh Tamiang, Aceh mengaku sangat terbantu lantaran rumahnya yang hancur total kini telah dibangun kembali secara permanen.

Nurbayti mengungkapkan kepada tim BNPB bahwa dirinya merasa lega karena usai hampir tiga bulan terpaksa mengungsi di hunian sementara (Huntara), ia dan keluarganya bisa secepatnya menempati rumah baru yang jauh lebih aman.

Pernyataan serupa diutarakan oleh Muhammad Fuad (35), korban banjir dari Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, yang menganggap program percepatan perbaikan area pemukiman oleh pemerintah ini terbukti amat efisien.

Fuad yang berprofesi sebagai teknisi elektronik menjelaskan bahwa wujud bangunan rumah tipe 36 dari pemerintah tersebut punya struktur yang jauh lebih kokoh, berkualitas, dan nyaman ketimbang tempat tinggal lamanya.

"Alhamdulillah bangunan ini jauh lebih bagus dan nyaman. Sebelum hunian sementara jadi, saya sempat menumpang di rumah mertua. Kehadiran huntap ini menjadi harapan baru bagi keluarga kami untuk kembali menjalani kehidupan secara normal," kata Fuad.

Terkini