Menhan Perintahkan Evaluasi Kesehatan Usai 5 Peserta Latsarmil Wafat

Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:57:02 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. [Foto: Kementerian Pertahanan]

JAKARTA - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan adanya peninjauan total terhadap faktor kesehatan pada pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). 

Langkah evaluasi ini diambil setelah dilaporkan adanya lima orang peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih yang mengembuskan napas terakhir sewaktu mengikuti rangkaian pelatihan tersebut.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ketut memaparkan, peninjauan kembali ini meliputi pemeriksaan medis secara periodik bagi para peserta yang terdeteksi mempunyai faktor risiko, penyelarasan bobot kegiatan yang disesuaikan dengan kapasitas fisik tiap-tiap peserta, hingga peningkatan kontrol medis di seluruh unit lembaga pendidikan. 

Di samping itu, pihak Kemenhan pun menjalin komunikasi dengan Kementerian Kesehatan guna mendapatkan bantuan medis, khususnya dalam program preventif, skrining awal, serta penanggulangan gangguan paru maupun wabah penyakit menular di area pusat pelatihan.

Ketut menyebutkan pihak panitia pelaksana pun sudah menjalankan peninjauan total pada mekanisme profiling kesehatan para peserta, sistem skrining awal, alur rujukan medis, hingga pemantauan tim kesehatan sepanjang agenda pelatihan berlangsung.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," ungkapnya.

Ia mengimbuhkan, para peserta yang lewat pengecekan medis lanjutan teridentifikasi mempunyai indikasi kesehatan yang spesifik, semisal sedang mengandung atau mengidap penyakit tertentu, bakal memperoleh perlakuan khusus berpatokan pada petunjuk dari tim medis dengan tetap memprioritaskan keselamatan diri peserta.

Dalam momentum tersebut, Ketut kembali mengutarakan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya lima orang peserta SPPI yang tengah menjalani agenda bela negara serta pelatihan manajerial tersebut.

Ia menerangkan, semua peserta yang sempat mendapati kendala kesehatan sudah mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis di satuan pendidikan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. 

Informasinya, kelima peserta yang dinyatakan wafat tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufik, Anisya Musyarofah, Novia Ramadani Sitorus, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, serta Nola Dya Sari.

Berdasarkan data rekam medis, faktor pemicu kematian masing-masing korban teridentifikasi bervariasi, yakni serangan henti jantung (cardiac arrest), kondisi heat stroke, infeksi tuberkulosis paru aktif, penyakit pneumonia yang disertai komplikasi klinis, serta satu kasus lainnya yang kini masih berada dalam proses analisis mendalam guna mendapatkan resume medis yang lebih detail dan menyeluruh.

Terkini