Mandiri MI Jadi Surviving Entity Usai Danantara Lebur 4 Manajer Aset

Selasa, 07 Juli 2026 | 04:24:31 WIB
Ilustrasi Gedung Danantara.

JAKARTA — Danantara mengambil keputusan strategis untuk menyatukan empat perusahaan manajer investasi atau asset management milik BUMN ke dalam satu wadah entitas bisnis tunggal.

Kebijakan peleburan ini dinilai sebagai langkah nyata Danantara untuk mendirikan sebuah platform pengelolaan modal yang jauh lebih terintegrasi, efisien, serta profesional.

COO Danantara, Dony Oskaria, menerangkan bahwa agenda konsolidasi berskala besar ini diproyeksikan mampu memaksimalkan potensi pemanfaatan seluruh aset milik negara.

Langkah ini juga ditargetkan dapat menyumbang nilai tambah sekaligus memberikan stimulus kontribusi ekonomi yang lebih signifikan bagi akselerasi pembangunan nasional di masa depan.

”Streamlining itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).

Melalui mekanisme penggabungan ini, pihak Danantara mengklaim akan segera menguasai korporasi pengelola aset terbesar di wilayah Indonesia.

Perusahaan baru tersebut dipastikan andal dalam menyatukan lini portofolio investasi, mempertebal kapasitas sistem tata kelola, memangkas pos biaya operasional, hingga memperluas daya pikat pasar investasi.

Adapun jajaran empat korporasi yang dilebur tersebut meliputi Mandiri Manajemen Investasi, BNI Asset Management, BRI Manajemen Investasi, serta PNM Investment Management.

Dalam proses penggabungan berskala besar ini, PT Mandiri Manajemen Investasi atau Mandiri MI telah ditetapkan secara resmi untuk bertindak sebagai surviving entity atau entitas yang bertahan.

Ketentuan peleburan terhadap empat perusahaan pengelola aset tersebut disepakati pada Selasa (7/7/2026) dalam forum rapat internal jajaran direksi tertinggi.

Pertemuan penting tersebut dipimpin langsung oleh CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, bersama dengan CIO Danantara Pandu Sjahrir.

Melalui hasil diskusi rapat tersebut, seluruh pihak menyetujui opsi merger demi memantapkan kerangka kelembagaan sekaligus memperketat pengawasan manajemen aset di bawah kendali penuh Danantara.

Lewat perwujudan entitas manajer investasi terbesar di tanah air ini, Danantara kembali menegaskan komitmennya untuk mengonstruksikan ekosistem pengelolaan dana negara yang berorientasi pada nilai jual.

Agenda korporasi ini juga diyakini mampu mendongkrak produktivitas operasional BUMN, mempertebal rasa percaya para pemodal, serta menyokong roda pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Terkini