Prabowo Sebut Banyak Kebijakan PM Modi Jadi Inspirasi Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 19:11:01 WIB
Prabowo Akui Kagumi Modi dan Adopsi Banyak Kebijakan India [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya banyak mendalami sekaligus mengimplementasikan deretan kebijakan Perdana Menteri India Narendra Modi. Pernyataan tersebut dilontarkan Prabowo tatkala menyampaikan sambutan pada perhelatan India Community di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (7/7/2026) malam.

Dalam pidatonya, Prabowo secara blak-blakan menuturkan bahwa dirinya merupakan pengagum berat Modi. Ia memaparkan sudah membedah aneka ragam formula kebijakan Modi bahkan sebelum mengemban amanat selaku Presiden Republik Indonesia.

"Saya adalah pengagum, pengagum berat Narendra Modi Ji. Bahkan sebelum saya menjadi presiden, saya mempelajari kebijakan-kebijakan perdana menteri Anda. Dan karena tidak ada hak cipta, saya menyalin banyak kebijakannya," kata Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Prabowo lantas menyambung pembicaraan dengan bumbu kelakar bahwa Modi telah merestuinya untuk menduplikasi deretan kebijakan dimaksud.

"Tetapi Perdana Menteri Modi dengan baik hati mengizinkan saya menyalin kebijakannya, sehingga saya tidak bisa dituntut di pengadilan mana pun," ujarnya.

Berdasarkan pandangan Prabowo, Indonesia mempunyai banyak aspek yang layak diserap dari India, khususnya pada implementasi demokrasi serta tata kelola birokrasi pemerintahan. Ia mengapresiasi keberhasilan India dalam merawat sistem demokrasi di tengah ledakan populasi yang menyentuh kisaran 1,4 miliar jiwa dengan latar belakang kemajemukan suku serta bahasa.

"Terus terang, kami melihat India sebagai negara dengan 1,4 miliar penduduk, memiliki begitu banyak kelompok etnis dan bahasa daerah seperti Indonesia, tetapi mampu menjalankan transisi pemerintahan secara damai selama bertahun-tahun. Ini adalah pencapaian yang luar biasa," ucapnya.

Prabowo mengutarakan Indonesia pun terus memetik pelajaran dari sepak terjang India, termasuk dalam urusan tata cara pelaksanaan pemilu lewat kolaborasi bersama Komisi Pemilihan Umum India. Ia mengamini jika demokrasi memang bukanlah skema yang gampang diterapkan lantaran dipenuhi gejolak tantangan. Kendati begitu, baginya, demokrasi tetap memegang status selaku sistem paling ideal yang dipunyai oleh peradaban manusia.

"Kadang demokrasi sangat berantakan. Ada bahaya, ada hambatan, ada pihak-pihak yang ingin membajak demokrasi. Namun, kami tidak boleh menyerah. Kami harus percaya pada demokrasi dan terus berjuang menjaganya. Ini adalah sistem terbaik dari semua sistem yang pernah dicoba oleh peradaban manusia," tutur Prabowo.

Pada momentum tersebut, Prabowo turut mengulas kedekatan histori yang terjalin antara Indonesia dan India. Menurut dia, kebudayaan Indonesia sudah mengasimilasi pengaruh masif dari India selama beratus-ratus tahun lamanya, termasuk penyerapan aneka perbendaharaan kata Sanskerta ke dalam bahasa Indonesia.

"Kami harus belajar dari pengalaman India. Peradaban dan budaya kami selama ratusan tahun sangat dipengaruhi oleh peradaban India. Bahasa kami juga banyak berasal dari Sanskerta. Karena itu, kedekatan ini harus terus diwujudkan melalui kerja sama yang semakin erat," kata Prabowo.

Di tengah-tengah orasi pidatonya, Prabowo juga menyelipkan beberapa lelucon, yang salah satunya berkisah seputar hasil tes genetika DNA yang disebutnya memperlihatkan jika dirinya mengalir garis silsilah keturunan India. Candaan itu mengalir tatkala ia membagikan cerita mengenai kesenangannya terhadap alunan musik India serta tren para menteri kabinet Indonesia yang gemar melantunkan tembang-tembang India.

Mengakhiri kata sambutannya, Prabowo kembali menggarisbawahi bahwa dirinya sama sekali tidak berniat mengintervensi dinamika politik internal India. Walau demikian, ia menegaskan tetap menaruh rasa takzim dan kekaguman personal yang tinggi kepada Modi.

"Saya tidak mencampuri politik domestik India, tetapi saya adalah pengagum pribadi Sri Narendra Modi Ji," kata Prabowo.

Terkini