Jelang Nobar Piala Dunia di JIS, Jam Operasional KRL-TJ Bakal Diatur

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:05:32 WIB
Pemprov DKI Siapkan Transportasi Umum untuk Nobar Piala Dunia di JIS [FOTO: NET].

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap menyesuaikan operasional transportasi umum apabila rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Jakarta International Stadium (JIS) benar-benar dilaksanakan.

Pramono menjelaskan akses menuju JIS saat ini telah jauh lebih praktis menyusul beroperasinya stasiun baru yang memperkuat konektivitas ke area stadion.

"Jadi JIS ini sekarang transportasi ke JIS sudah jauh lebih mudah. Bahkan kemarin ketika Sabtu-Minggu, orang datang ke JIS itu naik lebih dari 300%," ujarnya di Mal Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, jika acara nobar Piala Dunia 2026 di JIS terlaksana, maka jam operasional transportasi publik, termasuk KRL dan Transjakarta, bakal disesuaikan untuk melayani kebutuhan masyarakat.

"Kalau itu bisa dilakukan, artinya nanti pada saat ada nobar di JIS saya yakin pasti akan dipersiapkan, termasuk transportasinya, apakah dengan KRL, dengan Transjakarta, dan sebagainya. Pasti sudah dipersiapkan," jelasnya.

Menurut Pramono, saat ini semakin banyak warga yang memanfaatkan fasilitas JIS dengan kereta, baik untuk keperluan wisata maupun berolahraga dari sore hingga malam hari.

"Itu juga pada sore dan malam hari. Sekarang bahkan sebagian hari Sabtu-Minggu orang sudah menggunakan JIS untuk berolahraga di malam hari," ucapnya.

Pada kesempatan serupa, Pramono juga mengungkapkan rencana penambahan kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan layanan transportasi umum gratis. 

Penyesuaian ini sejalan dengan rencana Pemprov DKI Jakarta menaikkan tarif layanan Bus Transjabodetabek yang masih dikaji, di mana pemerintah berniat memperluas subsidi bagi kelompok tertentu.

"Kalau nanti akan ada penyesuaian harga, maka pasti ada golongan yang akan terkena. Nah, kami sedang menghitung kelompok mana yang mungkin akan kami berikan tambahan di luar 15 golongan yang sudah kami putuskan," katanya.

Pramono menyebut keputusan mengenai penambahan kelompok penerima subsidi, termasuk opsi penambahan enam golongan baru, akan segera ditentukan.

"Apakah itu nanti menjadi tambah enam dan sebagainya, segera akan diputuskan," pungkasnya.

Terkini