Presiden Prabowo Tegaskan Bantuan untuk Rakyat Miskin Bukan Pemborosan

Senin, 20 Juli 2026 | 00:34:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung tuduhan yang menyebut jajaran pemerintahannya melakukan pemborosan anggaran akibat mengeksekusi program bantuan bagi warga miskin.

Sebaliknya, menurut Prabowo, banyak pihak justru memilih bungkam saat melihat adanya oknum yang melakukan kecurangan maupun penyelewengan.

"Kalau kami mau bantu rakyat kami yang miskin, dibilang pemborosan! Kalau kecurangan, penyelundupan, diam! Orang besar kasih kredit terus, triliunan. Orang kecil enggak boleh terima apa-apa," ucap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026).

Padahal, Prabowo menekankan bahwasanya mengentaskan kelaparan atau mencapai zero hunger merupakan fokus prioritas terdepan dari pemerintahannya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan jajaran di Kabinet Merah-Putih agar tak segan menimba ilmu dari negara lain demi merealisasikannya.

"Zero Hunger, Zero Hunger, tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar. Saya minta belajar, kami belajar dari negara-negara lain, jangan malu belajar," ucapnya.

Prabowo lantas mengutarakan tolak ukur kemerdekaan suatu bangsa, di mana keberhasilan negara diukur dari kemampuannya menjamin rakyat terbebas dari ancaman kelaparan.

Menurut pandangannya, kemerdekaan Indonesia menjadi kurang berarti apabila belum mampu mencukupi pemenuhan pangan dan gizi dasar bagi masyarakat.

"Untuk apa kami merdeka? Untuk apa kami punya NKRI kalau kami tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban? Yang paling dasar adalah makan, pangan," ucapnya.

Ia turut menyentil pihak-pihak yang menganggap program penyediaan makanan bergizi bagi rakyat sebagai sebuah tindakan yang tak berguna.

"Yang paling dasar adalah makan, pangan! Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan," imbuh Prabowo.

Prabowo menilai bahwa warga di negara manapun tidak akan bisa bertahan hidup tanpa adanya kepastian pasokan pangan yang aman.

"Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan. Punah. Peradaban punah kalau tidak ada makan," jelasnya.

Terkini