Rencana Waskita Karya WSKT Jadi Operator Tol Berpeluang Naikkan Valuasi

Senin, 20 Juli 2026 | 02:41:31 WIB
PT Waskita Karya (Persero) Tbk

JAKARTA - Rencana Danantara Indonesia dan BP BUMN untuk mengarahkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menjadi operator jalan tol berpotensi mendongkrak valuasi perseroan.

Kendati menawarkan prospek positif di mata investor, eksekusi pemulihan neraca keuangan tetap menjadi kunci utama kesuksesan transformasi bisnis tersebut.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa model bisnis kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC) umumnya memiliki karakteristik marjin tipis.

Sebaliknya, bisnis operator jalan tol menawarkan pendapatan berulang (recurring income), arus kas yang lebih stabil, serta visibilitas kinerja yang lebih terukur bagi perseroan.

“Operator jalan tol biasanya memperoleh valuasi yang lebih premium. Namun, transformasi itu tidak akan langsung tercermin pada valuasi jika pasar masih melihat adanya tantangan fundamental, seperti tingginya leverage dan proses restrukturisasi belum selesai,” ucap Nafan, Senin (20/7/2026).

Mengingat kondisi neraca keuangan WSKT masih dalam fase kritis, Nafan menilai beban utang masa lalu tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan arus kas operasional ruas tol yang berjalan.

Untuk itu, skema monetisasi aset melalui langkah divestasi dinilai menjadi solusi paling realistis guna mempercepat proses penyehatan keuangan perseroan.

WSKT disarankan dapat meniru strategi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dengan melepaskan kepemilikan aset jalan tol yang sudah memasuki fase matang.

“Skema seperti yang dilakukan JSMR yakni melepas porsi minoritas atau mayoritas aset matang ke investor strategis atau INA adalah jalan tercepat untuk mendatangkan fresh cash guna memangkas pokok utang secara drastis,” ujarnya.

Nafan menambahkan, setelah rasio utang terhadap modal (debt-to-equity) turun ke level aman, WSKT baru bisa mempertahankan porsi kepemilikan mayoritas pada sisa blok tol strategis.

Jika WSKT benar-benar difokuskan menjadi pemain utama jalan tol kedua nasional mendampingi JSMR, investor akan mencermati lima faktor utama keberhasilan.

Faktor tersebut meliputi efektivitas restrukturisasi utang, kualitas profitabilitas aset tol, konsistensi recurring income, disiplin alokasi modal, serta penerapan tata kelola (GCG).

“Investor akan mencermati apakah perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara investasi baru, divestasi aset, pembayaran utang, dan penciptaan nilai bagi pemegang saham,” tutur Nafan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, WSKT telah mengantongi modal awal lewat penguasaan portofolio tujuh entitas jalan tol di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Terkini