JAKARTA - Pesta kemenangan dirayakan oleh Timnas Spanyol selepas sukses mengamankan titel jawara Piala Dunia 2026. La Roja, julukan Timnas Spanyol, mendulang kemenangan 1-0 atas Argentina pada babak puncak Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Berbekal hasil tersebut, Spanyol sukses mengangkat piala Piala Dunia untuk edisi kedua kalinya di sepanjang sejarah.
Di balik kejayaan tersebut, para penggawa belia yang turut membela Barcelona, semisal Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, mencuat sangat menonjol sebagai tiang penyangga utama di sepanjang hajatan Piala Dunia 2026 berkat implementasi strategi yang matang.
Aksi luar biasa dari para talenta muda itu lantas memancing atensi khusus dari pelbagai tokoh sepak bola global, termasuk ikon asal Inggris, Rio Ferdinand.
Pujian setinggi langit dari Rio Ferdinand Mantan penggawa tim nasional Inggris serta pengamat kenamaan itu melontarkan penghargaan mendalam kepada skuad Timnas Spanyol atas capaian fenomenal mereka.
Ferdinand menyoroti rekam jejak cemerlang yang sukses ditorehkan oleh Lamine Yamal dan Pau Cubarsi di usianya yang masih terlampau belia bagi kesebelasan nasional.
“Lamine Yamal kini telah memenangkan Piala Dunia, Kejuaraan Eropa untuk Spanyol & 2 Gelar Liga untuk Barcelona,” kata Rio Ferdinand dikutip dari Barca Universal, Selasa (21/7/2026).
“Pau Cubarsí kini telah memenangkan Piala Dunia & 2 gelar Liga untuk Barcelona,” tambah legenda Manchester United itu.
Takjub menyaksikan kematangan aksi mereka di panggung tertinggi, ia menyudahi ulasannya dengan pernyataan penuh takjub.
“Keduanya berusia 19 tahun, masa depan sepak bola Spanyol sangat cerah. Wow! Selamat,” tegasnya.
Kontribusi signifikan di balik kesuksesan tim Andil yang diemban oleh Lamine Yamal dan Pau Cubarsi memang pantas mendapati sorotan perdana berkat dampak masif mereka sepanjang turnamen bergengsi ini, di mana keduanya berlaga sebagai pilar inti yang tiada tergantikan.
Kendati Lamine Yamal tiada menorehkan catatan gol ataupun asis terbanyak dalam beberapa pekan belakangan, kerja keras serta daya jelajahnya dalam merusak lini pertahanan Argentina terbukti amat krusial bagi skema gempuran tim.
Sementara itu, Pau Cubarsi menampilkan ketahanan luar biasa di lini belakang Spanyol dengan catatan kebobolan cuma satu gol sepanjang perhelatan, sekaligus meneguhkan posisinya sebagai peraih penghargaan Pemain Muda Terbaik.