JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengimbau 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang baru saja resmi dilantik untuk mendalami kecerdasan buatan (AI), teknologi modern, serta bahasa asing guna memperkokoh benteng pertahanan negara.
Pesan tersebut disampaikan langsung dalam amanatnya pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu. Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kompetensi perwira dalam merespons dinamika ancaman keamanan yang kian rumit.
"Saudara-saudara, sebagai generasi penerus adalah garda terdepan untuk meraih cita-cita kami, menjaga bangsa dan negara. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem cyber, teknologi nirawak, dan bahasa asing," kata Prabowo.
Ia menyoroti ketatnya kompetisi global saat ini. Menurutnya, potensi ancaman terhadap kedaulatan negara kini tidak lagi terbatas pada aspek militer konvensional, melainkan juga mencakup kejahatan siber, teknologi informasi, hingga kriminalitas lintas negara.
Guna menjalankan mandat menjaga tanah air, Prabowo menilai para personel TNI dan Polri wajib menonjol dalam hal kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, pembentukan karakter, serta penguasaan sains dan teknologi.
"TNI dan Polri harus kuat. TNI dan Polri harus profesional. TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia," katanya.
Acara pelantikan 1.177 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi perwira remaja tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
Adapun rincian lulusan yang dilantik meliputi 512 perwira dari TNI Angkatan Darat, 229 perwira dari TNI Angkatan Laut, 154 perwira dari TNI Angkatan Udara, serta 282 perwira dari Polri.
Pada momen tersebut, Presiden juga memimpin prosesi penyematan tanda pangkat bagi empat lulusan terbaik penerima Adhi Makayasa, yakni Calvin Tidar Sakti (Akademi Militer), Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (Akademi Angkatan Laut), Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman (Akademi Angkatan Udara), dan Harindra Arsandho Tegarbaja (Akademi Kepolisian).