JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengutarakan kesiapan mendirikan badan layanan umum atau BLU seputar perumahan.
"Memang Kementerian PKP belum punya BLU, berkat dukungan Menteri Hukum pertama kali ada BLU yang kami akan segera persiapkan dengan matang apakah aturannya, apakah organisasinya," ujar Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara itu di Jakarta, Rabu.
Dia menuturkan banyak bertukar pikiran dengan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas perihal fase pembentukan BLU perumahan.
"Kami banyak berkonsultasi mengenai tahapan soal pembentukan BLU dan sebagainya supaya itu semua sesuai dengan tata kelola yang benar," katanya.
Ara pun mengemukakan bahwa Kementerian PKP bakal menjalin komunikasi pula bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini serta pihak-pihak berkepentingan bersangkutan dengan pendirian BLU perumahan.
Sebagai catatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan bahwa ekosistem perumahan hanya bisa tumbuh kuat melalui kolaborasi.
Menurut dia, keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, perbankan, akademisi, swasta, hingga lembaga penegak hukum adalah kunci agar sektor perumahan melahirkan terobosan kreatif yang tidak hanya menyediakan rumah layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ara mengutarakan sektor perumahan merupakan lintas sektor. Ada aspek pembiayaan, pembangunan, perizinan, bahkan hukum. Semua pihak harus duduk bersama. Kalau ekosistemnya solid, maka terobosan kreatif bisa dihadirkan.
Berbagai terobosan dalam sektor perumahan bukan sekadar program, melainkan hasil nyata dari gotong royong lintas ekosistem. Ke depan, Kementerian PKP berkomitmen memperkuat kolaborasi agar perumahan semakin menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sarana pemerataan kesejahteraan.
Dia pun menyampaikan kalau pemerintah, perbankan, pengembang, akademisi, swasta, dan pemda jalan bersama, hasilnya luar biasa. Bukan hanya membangun rumah, tapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan industri, dan menumbuhkan ekonomi.