Herry Gunawan Usul Penggabungan PalmCo dan Agrinas Palma untuk BUMN

Rabu, 22 Juli 2026 | 22:11:31 WIB
Herry Gunawan Usul Penggabungan PalmCo dan Agrinas Palma untuk BUMN.

JAKARTA - Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menyarankan adanya penggabungan antara PalmCo, yakni sub-holding BUMN di sektor kelapa sawit dalam ekosistem PTPN Group, bersama Agrinas Palma guna menciptakan struktur bisnis perkebunan yang lebih tangguh.

“Menurut saya, dua entitas ini sebaiknya digabungkan, seperti yang sudah terjadi di InJourney atau Pelindo, agar terkonsolidasi,” ujar Herry ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Ia menilai skema merger tersebut mampu membentuk ekosistem industri perkebunan yang solid. Di samping itu, dirinya menegaskan proses restrukturisasi BUMN mesti sanggup menghentikan praktik tumpang-tindih lini bisnis antarperusahaan milik negara.

“Dengan demikian bisa saling mendukung, bukan saling beradu di pasar yang sama,” katanya.

Herry memandang gelombang restrukturisasi BUMN yang sedang bergulir sebagai bentuk ikhtiar nyata pemerintah dalam mendongkrak efisiensi kinerja BUMN. BUMN yang berada di ranah bisnis serupa disatukan, sehingga ke depannya tidak ada lagi kompetisi internal yang tumpang-tindih.

Contoh nyata restrukturisasi BUMN yang sudah berjalan, menurutnya, dapat disaksikan pada holding pariwisata InJourney serta integrasi jasa kepelabuhanan di bawah Pelindo. Begitu pula dengan upaya yang sedang berlangsung pada induk BUMN sektor logistik.

“Kebijakan ini merupakan langkah yang tepat untuk membuat bisnis BUMN lebih efisien,” kata Herry.

Presiden Prabowo Subianto sewaktu memberikan pengarahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7), memaparkan bahwa efisiensi anggaran negara hasil dari penutupan, penggabungan, serta konsolidasi 250 BUMN hingga 31 Juli 2026 menembus Rp50 triliun.

Penghematan fantastis tersebut, menurut penjelasan Prabowo, berasal dari pemangkasan biaya operasional rutin (overhead cost) yang tidak perlu lagi dikeluarkan untuk membayar gaji direksi, komisaris, sewa kantor, listrik, hingga beban operasional 250 BUMN terkait.

Pada momen tersebut, Presiden Prabowo kemudian memasang target hingga penghujung tahun 2026, total BUMN yang tersisa paling banyak 350 perusahaan dari jumlah awal yang mencapai 1.077 BUMN.

"Mereka (Danantara, red.) menyanggupi," katanya.

Bila agenda efisiensi skala besar itu sukses direalisasikan, Presiden meyakini alokasi dana negara yang sanggup dihemat dapat menyentuh angka Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.

Atas dasar itulah, Presiden optimistis pembentukan Danantara menjadi salah satu pencapaian besar dalam masa pemerintahannya.

Terkini