Menkeu Purbaya Buka Peluang Kerja Sama Pengolahan Sampah Bersama PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24:01 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah membentangkan peluang kerja sama bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menggarap proyek pengolahan sampah menjadi deretan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ia memaparkan beberapa contoh produk yang berpotensi dihasilkan dari pemrosesan sampah tersebut, mulai dari pupuk organik, material bahan bangunan, hingga papan sirkuit Printed Circuit Board (PCB).

“Tadi diskusi dengan beberapa pengurus NU, ada beberapa proyek dari NU yang mungkin pemerintah juga bisa mendukung karena tujuannya baik, salah satu pengolahan sampah jadi pupuk untuk menyehatkan tanah dan untuk bahan bangunan atau bahan board untuk elektrisitas,” kata Purbaya usai bertemu dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya di Jakarta, Rabu.

Menurut pandangannya, proyek strategis ini mampu menciptakan dampak sosial yang jauh lebih luas apabila memperoleh sokongan penuh dari pemerintah serta berhasil menjalin kemitraan dengan pihak internasional.

“Yang jelas itu bagus bekerja sama dengan satu negara, luar negeri. Jadi kalau pemerintah bisa bantu itu, saya pikir akan bagus sehingga proyeknya bisa berjalan lebih lancar,” ujar dia.

Adapun pada sesi audiensi tersebut, Gus Yahya berkonsultasi secara langsung kepada Menkeu Purbaya terkait potensi investasi bisnis PBNU bersama berbagai entitas global.

”Tadi untuk ide-ide investasi kami akan pelajari, kalau memang bisa berjalan sesuai dengan pattern yang ada dan nasibannya terkendali, kami akan support apa yang dilakukan di inisiasi oleh NU,” kata Purbaya.

Sementara itu, Gus Yahya mengutarakan bahwa pertemuan tersebut turut mendiskusikan peluang kolaborasi pada berbagai agenda nasional lainnya.

"Kami diskusi banyak hal, yang intinya adalah bahwa pertama, NU memiliki jaringan struktur organisasi yang bisa kami tawarkan sebagai channel untuk menghantarkan agenda-agenda nasional pemerintah ke masyarakat," kata Gus Yahya.

Ia membeberkan bahwa jalinan kerja sama antara PBNU dan Pemerintah RI sejatinya telah terbangun sejak akhir tahun 2022 lalu, dengan tolok ukur keberhasilan yang terbukti lewat hadirnya berbagai program nyata seperti Gerakan Keluarga Maslahat.

"Kami tadi mengonsultasikan dengan Pak Menteri Keuangan terkait regulasi, terkait channel-channel yang harus kami akses, dan apa saja norma-norma yang harus diikuti dalam soal investasi," ujar dia.

Gus Yahya menggarisbawahi bahwa seluruh langkah dan inisiatif yang dieksekusi oleh PBNU semata-mata diabdikan bagi kemaslahatan umat serta kemajuan negara.

"Alhamdulillah Pak Menteri membuka diri untuk membantu NU dalam hal ini, karena apapun juga NU dalam semua yang dikerjakan tidak ada tujuan selain untuk membantu negara dan masyarakat," kata Ketum PBNU.

Gus Yahya menaruh harapan besar agar langkah ini kelak disambut positif melalui beragam inisiatif turunan dari pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Terkini