Mengapa Menguap Bisa Menular Ketika Melihat Orang Lain Menguap

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:03:21 WIB
Ilustrasi Menguap.

JAKARTA - Menguap merupakan reaksi yang sangat umum dan hampir dilakukan semua orang, bahkan hewan. Dalam sehari, manusia dapat menguap hingga sekitar 20 kali.

Menariknya, menguap tidak selalu muncul akibat mengantuk atau bosan. Kadang, kami justru ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya. Fenomena ini membuat banyak orang bertanya, kenapa sih kami sering menguap saat melihat orang menguap?

Kebiasaan ikut menguap dikenal sebagai contagious yawning atau menguap yang menular. Mengutip laman PBS News, kemungkinan seseorang menguap dapat meningkat hingga enam kali lipat setelah menyaksikan orang lain menguap. Respons ini terasa otomatis, seperti refleks yang muncul tanpa dipikirkan terlebih dahulu.

Namun, sejumlah penelitian menjelaskan bahwa fenomena ini tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Anak-anak biasanya baru mulai menunjukkan perilaku tersebut saat berusia sekitar empat atau lima tahun.

Pada usia tersebut, kemampuan empati anak mulai berkembang lebih baik. Oleh karena itu, melihat orang menguap dapat memicu dorongan untuk melakukan hal serupa.

James Giordano, ilmuwan saraf dari Georgetown University, menjelaskan bahwa hal ini mungkin berkaitan dengan social mirroring, yaitu kecenderungan organisme untuk meniru tindakan orang lain.

"Neuron-neuron ini berperan dalam mencocokkan apa yang kami rasakan dan indrawi dengan cara kami bergerak," kata Giordano, dilansir PBS News.

Perilaku yang menular tak hanya menguap. Ia mencontohkan hal lainnya, seperti tertawa, hingga menyilangkan kaki.

"Jadi, jika seseorang melihat saya menggaruk wajah, mereka akan tahu bagaimana rasanya. Anda mungkin terdorong untuk melakukannya juga," kata Giordano lagi.

Fenomena ini juga berhubungan dengan ikatan sosial. Saat seseorang tersenyum kepada kami, kami sering kali spontan membalas senyum tersebut. Hal yang sama terjadi pada menguap. Orang yang memiliki empati lebih tinggi cenderung lebih mudah mengalami social mirroring ini.

Menguap umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, jika terjadi terlalu sering dan tanpa alasan yang jelas, kondisi ini perlu diperhatikan karena ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan seseorang menguap berlebihan.

Menurut Medical News Today, salah satunya berkaitan dengan saraf vagus, yaitu saraf yang menghubungkan tenggorokan, perut, dan otak. Jika saraf ini terlibat dalam reaksi tertentu, bisa muncul reaksi vasovagal yang menyebabkan menguap berlebihan.

Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menjadi tanda gangguan tidur, masalah otak, bahkan kondisi jantung seperti serangan jantung atau perdarahan di sekitar jantung. Oleh karena itu, kalau Anda atau seseorang yang dikenal mengalami menguap berlebihan tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis.

Kembali ke pertanyaan di awal, kenapa kami sering menguap saat melihat orang menguap? Jawabannya berkaitan dengan empati, peniruan sosial, dan kerja neuron cermin di otak. Fenomena ini menunjukkan tubuh kami sangat responsif terhadap perilaku orang lain.

Terkini