Fintech Lending Samir Salurkan Pembiayaan Rp2,3 Triliun Semester 1 2026

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:18:01 WIB
Ilustrasi Fintech.

JAKARTA - Penyelenggara fintech P2P lending PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga 84 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp2,3 triliun pada semester I/2026.

Direktur Utama Samir, Handy Juniandri menyampaikan bahwa lonjakan pembiayaan tersebut sejalan dengan meningkatnya kuantitas peminjam (borrower) yang tumbuh 13 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Samir menilai peningkatan ekspansi pembiayaan wajib diimbangi dengan penguatan tata kelola perusahaan yang solid, penyaluran yang berkualitas, serta penerapan manajemen risiko yang disiplin.

“Kami percaya, pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, dan penyaluran pembiayaan yang semakin berorientasi pada sektor produktif dalam membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Handy memaparkan bahwa portofolio penyaluran dana Samir makin menunjukkan tren positif di wilayah luar Pulau Jawa.

Kendati Pulau Jawa masih mendominasi porsi sekitar 69 persen, persentase tersebut mulai bergeser seiring pertumbuhan di Pulau Sumatra yang sudah menembus angka 17 persen, disusul perkembangan merata di Pulau Sulawesi dan Kalimantan.

“Selebihnya penyaluran pembiayaan Samir juga mengalami kenaikan di Pulau Kalimantan, Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Papua, dan terakhir di Pulau Maluku yang sudah menembus di angka 1%,” bebernya.

Dari aspek pendanaan, Handy menyebutkan saat ini Samir telah disokong oleh 11 institutional lender, yang mana tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA), serta PT Bank Sahabat Sampoerna.

“Kehadiran tiga institutional lender dari perbankan, semakin memperlihatkan kepercayaan dari korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan oleh Samir semakin kuat,” tuturnya.

Pihak manajemen terus membuka peluang sinergi dengan bank lain maupun lembaga keuangan formal lainnya lewat mekanisme channeling guna membangun ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Saat ini Samir tengah menjajaki kemitraan strategis baru bersama beberapa perbankan tambahan untuk diposisikan sebagai institutional lender.

“Tentunya dilakukan dengan tetap memperhatikan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan selalu mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen,” ujarnya.

Terkini