HRTA Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2,17 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:01:03 WIB
Ilustrasi Kredit.

JAKARTA - Emiten di bidang industri dan perdagangan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), memperpanjang fasilitas kredit modal kerja senilai Rp2,175 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) hingga Juli 2027.

Corporate Secretary Hartadinata Abadi Ong Deny menyampaikan bahwa perseroan resmi menandatangani perjanjian kredit bersama Bank Mandiri pada 21 Juli 2026 guna memperpanjang tenor fasilitas kredit modal kerja yang telah ada.

"Perseroan dan Bank Mandiri sepakat untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas kredit modal kerja dengan limit sebesar Rp2,175 triliun," ujar Ong Deny dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/7/2026).

Mengacu pada kesepakatan tersebut, fasilitas pembiayaan memiliki plafon senilai Rp2,175 triliun dengan skema committed, revolving, serta advised, yang masa berlakunya terhitung mulai 24 Juli 2026 hingga 23 Juli 2027.

Selain memperpanjang jangka waktu kredit, kedua belah pihak juga menyetujui adanya penyesuaian ketentuan agunan berupa penurunan nilai jaminan.

Manajemen menegaskan bahwa transaksi pendanaan ini tidak mengandung unsur hubungan afiliasi ataupun benturan kepentingan antara pihak HRTA dan Bank Mandiri sebagaimana diatur pada regulasi pasar modal.

Ong Deny memaparkan, walau besaran transaksi tercatat melampaui 20 persen dari ekuitas perseroan sehingga tergolong transaksi material, transaksi ini masuk kategori yang dikecualikan sesuai POJK Nomor 17/POJK.04/2020.

Oleh karena itu, perseroan hanya diwajibkan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik tanpa perlu menggelar RUPS.

Menilik aspek kinerja, HRTA tetap optimistis dalam memandang prospek industri logam mulia secara jangka panjang meski tren pergerakan harga emas sempat tertahan sepanjang 2026.

Direktur Utama Hartadinata Sandra Sunanto menuturkan bahwa perseroan membidik target pendapatan hingga Rp70 triliun pada tahun ini, ditopang oleh keyakinan terhadap momentum normalisasi harga emas di pasar global.

Selain itu, HRTA turut membidik perolehan laba bersih pada kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun sepanjang periode berjalan.

”Kami tetap optimistis dan kinerja HRTA akan tumbuh lebih baik lagi di 2026 terlepas dari memang harga emas dunia yang sekarang saat ini sedang recovery,” kata Sandra dalam paparan publik HRTA, Rabu (3/6/2026).

Terkini