JAKARTA - PT Pinago Utama Tbk. (PNGO) secara resmi melakukan perubahan nama perusahaan menjadi PT AEP Pinago Plantations Tbk. usai memperoleh pengesahan perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum.
Transformasi identitas korporasi ini menjadi kelanjutan resmi dari proses pengambilalihan kepemilikan perseroan oleh AEP Nusantara Holdings Limited yang telah rampung pada tahun ini.
Corporate Secretary PNGO Wandy menjelaskan bahwa perseroan telah mengantongi Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0056889.AH.01.02.TAHUN 2026 mengenai Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
"Keputusan tersebut ditetapkan pada tanggal 20 Juli 2026 dan disampaikan kepada Perseroan pada tanggal 21 Juli 2026," kata Wandy dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/7/2026).
Wandy menguraikan bahwa perubahan nama ini tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan operasional perseroan, di mana penyesuaian yang berjalan hanya sebatas pemenuhan administratif seperti perizinan serta dokumen legal.
Di samping itu, pergantian nama tersebut juga tidak menimbulkan dampak negatif secara material terhadap ranah hukum, posisi keuangan, maupun keberlanjutan bisnis perseroan.
Walau demikian, manajemen optimistis bahwa penyegaran nama ini mampu memperkokoh posisi serta citra perusahaan di mata seluruh pemangku kepentingan.
"Perubahan nama tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas korporasi dan branding Perseroan secara tidak langsung," pungkas Wandy.
Perubahan nama tersebut merupakan fase dari transformasi perseroan setelah AEP Nusantara Holdings Limited menuntaskan aksi akuisisi atas kepemilikan saham PNGO.
Awalnya, AEP Nusantara Holdings Limited mencaplok 589,8 juta saham atau setara 75,5 persen saham PNGO, sebelum akhirnya menguasai total 767,6 juta saham atau setara 98,26 persen modal ditempatkan berdasarkan perjanjian jual beli 4 Mei 2026.
Sebagai informasi, PNGO merupakan emiten sektor perkebunan yang mengelola bisnis kelapa sawit dan karet, lengkap dengan fasilitas pabrik minyak kelapa sawit serta pabrik pengolahan karet.
Emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2020 ini dikenal konsisten membagikan dividen, sementara sang pengendali baru, AEP Nusantara Plantations, turut dikabarkan tengah menyiapkan rencana IPO dengan modal area kelolaan 30.110 hektare di Kalimantan Tengah.