JAKARTA - Coba ingat kembali detik-detik terakhir tatkala dirimu diliputi rasa gembira yang teramat sangat atau perasaan antusias yang membuncah terhadap suatu hal yang menyenangkan. Pernahkah kamu menyadari bentuk manifestasi sensasi fisik serta mental yang secara aktif menjalar di dalam rongga otak maupun sekujur tubuh pada momen tersebut?
Manakala diri kita diselimuti luapan rasa bahagia, organ otak secara otomatis memberikan respons tanggap dengan memproduksi sekaligus melepaskan zat endorfin.
Senyawa ini merupakan sekumpulan hormon pengendali rasa gembira yang mengemban tugas ganda, yakni mendongkrak kadar dopamin secara simultan sekaligus meredam eskalasi tingkat kortisol atau hormon stres di dalam sistem biologis tubuh kami.
Baca juga: 9 Cara Meningkatkan Hormon Bahagia, Makan Bareng Orang Tercinta
"Meskipun olahraga adalah salah satu cara untuk mencapai pelepasan endorfin yang sehat, ada banyak jalan lain untuk mencapainya yang akan memberimu peningkat suasana hati yang baik," terang psikolog klinis Dr. Erica Rozmid, Rabu (22/7/2026).
Apabila kamu sedang tidak memiliki waktu luang guna menyempatkan diri berolahraga, sesungguhnya terdapat aneka ragam rutinitas harian yang sangat ampuh dimanfaatkan untuk mendongkrak kadar hormon kebahagiaan tersebut. Apa sajakah ragam aktivitas itu?
Mengapa China Melarang Pacar Virtual? Artikel Kompas.id
Ragam aktivitas pemicu hormon bahagia
Berendam air dingin Lihat Foto Ilustrasi mandi.(Dok. Freepik/Freepik)
Baca juga: 4 Ciri Mengalami Kelelahan Digital karena Sering Main Medsos
Sensasi suhu dingin yang menghantam permukaan kulit ternyata menyimpan khasiat luar biasa bagi penjagaan stabilitas kesehatan mental dalam keseharian.
"Ketika tubuhmu terendam air dingin, ia merespons dengan melepaskan endorfin untuk meredakan rasa sakit atau ketidaknyamanan awal. Sebagai hasilnya, aktivitas tiga menit ini mampu meningkatkan suasana hati dan fokus," kata Rozmid.
Jika memungkinkan, meluangkan waktu berkunjung ke tempat spa demi menjajal fasilitas kolam air dingin bisa dijadikan alternatif menarik. Namun, bila fasilitas tersebut tidak tersedia, memanfaatkan pancuran shower di kamar mandi rumah pribadi pun sudah terbukti sangat efektif.
"Gempuran air dingin yang cepat dari pancuran akan mengejutkan sistem saraf, yang kemudian mengarah pada efek pantulan berupa pelepasan endorfin begitu tubuhmu mulai tenang," tutur terapis berlisensi Courtney Shrum, LMHC.
Baca juga: 7 Manfaat Seni Terapeutik untuk Kesehatan Mental, Meningkatkan Endorfin
Bersenandung atau menyanyi Mengekspresikan gelora emosi lewat alunan suara, baik itu lewat aktivitas bernyanyi lepas tanpa beban ataupun sekadar melantunkan senandung kecil, terbukti menyimpan manfaat nyata bagi pemeliharaan kesehatan mental yang telah divalidasi oleh pelbagai riset ilmiah.
"Menggunakan suaramu akan merangsang saraf vagus dan menciptakan putaran umpan balik berupa ketenangan, serta reaksi kimia yang membuat tubuh terasa nyaman," ucap Shrum.
Luangkanlah sedikit jatah waktu harianmu guna mengeksplorasi kapasitas kebolehan pita suara yang kamu miliki. Aktivitas ini dapat dipraktikkan secara leluasa di tengah suasana ruangan yang senyap maupun sambil mendengarkan alunan tembang favorit yang sudah akrab di telinga kala bersantai rileks di rumah.
Baca juga: Nobar Final Piala Dunia Tanpa Khawatir, Ini 4 Tips Jaga Metabolisme dan Kesehatan Hati
Memanjakan pancaindera Lihat Foto Ilustrasi matahari terbenam.(Unsplash)
Kadangkala, yang kamu perlukan hanyalah melatih fokus perhatian pada detail-detail kecil di lingkungan sekitar demi menjemput ketenangan batin yang dicari-cari.
"Kamu bisa memilih untuk melihat matahari terbit atau terbenam, menjelajahi alam, atau mendengarkan musik langsung," saran Rozmid.
Baca juga: Menari 5 Menit Bisa Tingkatkan Konsentrasi dan Kreativitas, Ini Manfaat Lainnya
"Fokuslah pada memanjakan pancainderamu, yakni sentuhan, rasa, penciuman, pendengaran, dan penglihatan, untuk memaksimalkan perasaan takjub serta lonjakan endorfin tersebut," tambah beliau.
Menikmati cokelat hitam Di samping mengandalkan variasi aktivitas gerak ringan, ada pula cara nikmat bersantap kuliner yang bisa ditempuh guna memastikan suplai hormon kebahagiaan senantiasa mengalir lancar, yakni melalui konsumsi kudapan cokelat hitam (dark chocolate).
"Kakao secara alami memicu pelepasan endorfin dan juga meningkatkan serotonin. Sepotong kecil cokelat yang dinikmati secara sengaja dapat berfungsi sebagai kesenangan sekaligus dukungan zat kimia bagi tubuh," ujar Shrum.
Cobalah untuk menyantap sajian pencuci mulut favorit yang terbukti ampuh memantik produksi hormon dopamin ini, lalu cermati perubahan emosional positif yang terpancar pada suasana hatimu setelahnya.
Baca juga: 8 Aktivitas yang Bisa Tingkatkan Endorfin, Si Hormon Bahagia
Melakukan kebaikan untuk sesama Sebagian besar kalangan masyarakat mungkin telah memahami bahwa aksi gemar menolong orang lain selalu sukses menghadirkan sensasi kelegaan psikologis yang mendalam. Sensasi rasa nyaman ini dijamin bukan sekadar sugesti palsu semata.
Lihat Foto Ilustrasi mengobrol. Terlalu memikirkan orang lain, sulit berkata tidak, hingga overthinking ternyata bisa menjadi tanda empati yang tinggi menurut psikolog.(Freepik/Freepik)
"Membantu orang lain atau melakukan sesuatu yang murah hati akan menyalakan pusat penghargaan di otak, yang pada gilirannya memicu pelepasan endorfin dan meningkatkan suasana hati," ungkap Shrum.
Bentuk manifestasi tindakan terpuji ini bisa mencakup hal sederhana apa saja, mulai dari gestur menahan daun pintu agar tetap terbuka bagi orang lain yang hendak lewat, hingga membelikan kebutuhan logistik pokok bagi tetangga sekitar.
Hindari kebiasaan perusak hormon bahagia Kendati ragam rutinitas gaya hidup sehat di atas terbilang cukup mudah untuk diaplikasikan dalam keseharian, kamu tetap wajib mewaspadai beberapa kebiasaan sepele yang justru berpotensi besar menyabotase proses pabrikasi endorfin di dalam tubuh tanpa disadari.
"Stres kronis, kurang tidur, dan stimulasi berlebihan, seperti menggulir layar ponsel tanpa henti atau melakukan banyak tugas sekaligus, semuanya menahan sistem saraf dalam mode bertahan hidup," tutur Shrum.
Baca juga: Cara Melatih Rasa Syukur agar Lebih Bahagia, Menurut Psikolog
Di dalam situasi krisis saraf tersebut, tubuhmu secara otomatis akan memprioritaskan sekresi hormon pemicu stres seperti kortisol ketimbang memproduksi zat kimia pembawa rasa nyaman layaknya endorfin.
"Seiring berjalannya waktu, hal ini membuatmu merasa kehabisan energi dan lebih cemas, bahkan jika kamu sudah berusaha memperbaiki suasana hati dengan cara lain," tambah Shrum.
Memiliki tingkat kesadaran penuh mengenai agenda aktivitas harian mana saja yang berpotensi merusak kesehatan mental memegang nilai urgensi yang sangat tinggi. Selalu pastikan agar kecukupan hidrasi cairan tubuhmu terjaga dengan baik, rutin mengonsumsi menu makanan bernutrisi tinggi, serta konsisten menyematkan kebiasaan-kebiasaan positif demi memastikan suasana hati senantiasa stabil terkontrol.