Menteri Ekraf Mendorong Investasi Film Nasional Lewat Integrasi Data

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:12:32 WIB
Menteri Ekraf Mendorong Investasi Film Nasional Lewat Integrasi Data.

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penguatan industri perfilman nasional melalui pemanfaatan integrasi data sebagai fondasi penyusunan kebijakan yang lebih presisi serta peningkatan kepercayaan para investor.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa pemerintah tengah memperkokoh tata kelola data industri perfilman agar semakin transparan, akurat, dan berkelanjutan, yang dinilai menjadi salah satu prasyarat utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Kementerian Ekraf ingin ekosistem perfilman Indonesia semakin besar, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain memperluas akses layar dan distribusi film nasional, kami ingin memperkuat kebijakan berbasis data yang mampu mendorong investasi, diversifikasi konten, serta kolaborasi internasional," Riefky dalam keterangan yang diterima, Sabtu.

Ia menuturkan bahwa ketersediaan data industri yang komprehensif bakal mendongkrak akurasi pemerintah dalam merancang program maupun intervensi kebijakan. Di sisi lain, transparansi data juga diharapkan mampu memberi kepastian bagi para pelaku usaha dan investor dalam membaca prospek industri perfilman nasional.

Optimisme pengembangan sektor ini ditopang oleh kinerja pasar film domestik yang menunjukkan penguatan tajam. Berdasarkan data Cinepoint, pangsa pasar film Indonesia berhasil menembus angka di atas 60 persen pada 2025. Sementara pada semester I 2026, tercatat 15 judul film sanggup menggaet lebih dari satu juta penonton.

Dalam rangka memperkuat ekosistem berbasis data tersebut, Kementerian Ekraf tengah menjajaki kemitraan strategis bersama platform analitik perfilman Cinepoint. Kedua pihak sedang menyusun Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan infrastruktur data industri sekaligus memperluas layanan analitik bagi perumusan kebijakan.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekraf Agus Syarip Hidayat menyebutkan bahwa data keluaran Cinepoint dapat menjadi acuan penting dalam alur perencanaan program hingga penetapan regulasi pemerintah.

"Bagi kami sebagai policy maker, data-data dari Cinepoint akan sangat bermanfaat sebagai dasar perencanaan, penyusunan program, hingga intervensi kebijakan. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional," katanya.

Dari sudut pandang industri, Cinepoint sedang menyiapkan peluncuran platform analitik Cinepoint Pro berbasis Software as a Service (SaaS) yang mengompilasi data box office, tren percakapan media sosial, efektivitas pemasaran, demografi penonton, hingga sebaran lokasi audiens.

Director sekaligus Cofounder Cinepoint Vincent Putera berpendapat bahwasanya transparansi data akan membuka peluang baru bagi seluruh pemangku kepentingan industri, mulai dari rumah produksi, distributor, investor, hingga jajaran pemerintah.

Menurutnya, integrasi data siap menyajikan tolok ukur yang kian presisi terhadap performa industri sehingga tiap keputusan bisnis maupun penanaman modal dapat dieksekusi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Dinamika positif ini diharapkan sanggup mengakselerasi pertumbuhan industri perfilman nasional sekaligus memperluas potensi kolaborasi di panggung global.

Terkini