Penjelasan ESSA Tunda Proyek Sustainable Aviation Fuel di 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 03:02:31 WIB
PT ESSA Industries Indonesia Tbk.

JAKARTA - PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) memutuskan untuk menangguhkan pengembangan proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dinamika pasar dan pertimbangan strategis.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), kebijakan penundaan tersebut mulai berlaku efektif sejak Senin (27/7/2026).

Manajemen menegaskan bahwa penangguhan ini bukan merupakan bentuk pembatalan proyek, melainkan momentum evaluasi guna menentukan momentum paling tepat untuk melanjutkan pengembangan.

Sr. Legal Manager & Corporate Secretary ESSA Shinta D.U. Siringoringo menyampaikan bahwa perseroan memegang komitmen penuh pada transisi bisnis rendah karbon.

Pihaknya akan terus memantau pergerakan pasar, potensi bisnis, kemajuan teknologi, serta variabel strategis lainnya sebelum mengaktifkan kembali proyek SAF.

"Penangguhan tersebut bukan merupakan pembatalan Proyek SAF. ESSA tetap memiliki komitmen terhadap pengembangan bisnis rendah karbon dan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasar, peluang bisnis, perkembangan teknologi, serta faktor-faktor strategis lainnya guna menentukan waktu yang tepat untuk melanjutkan pengembangan Proyek SAF," tulis Shinta dalam keterbukaan informasi, Senin (27/7/2026).

Perseroan menjamin bahwa penundaan ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional utama maupun performa keuangan perusahaan.

ESSA juga memastikan tidak ada implikasi hukum material yang timbul, sehingga seluruh kelangsungan usaha perseroan tetap beroperasi secara normal.

Kebijakan ini diambil demi memberi ruang fleksibilitas dalam pengelolaan alokasi modal serta menjaga penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Sebagai catatan, ESSA sebelumnya mulai merambah sektor bahan bakar penerbangan ramah lingkungan lewat entitas anak, PT ESSA Sustainable Indonesia (ESI) dan PT ESSA SAF Makmur (ESM).

ESM dirancang untuk membangun fasilitas manufaktur greenfield berteknologi modern di Jawa Tengah dengan kapasitas produksi hingga 150.000 ton SAF per tahun.

Pada tahap perencanaan awal, proyek tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada rentang kuartal IV-2027 hingga kuartal I-2028.

Terkini