PB TI Ungkap Alasan Gelar Asian Taekwondo Championships 2026 di Jakarta

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:05:01 WIB
Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026.

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Letjen TNI Richard Tampubolon, menyatakan gelaran 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 bertujuan memberi pengalaman bertanding bagi atlet nasional tanpa harus meninggalkan Tanah Air.

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 sebagai kejuaraan resmi World Taekwondo (WT) Grade G2, akan digelar di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 1-5 Agustus 2026.

Turnamen ini terhitung sebagai salah satu ajang bergengsi yang memberikan poin ranking dunia menuju ajang-ajang besar seperti Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade.

Maka itu, kepercayaan menjadi tuan rumah kejuaraan berlevel G2 menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem prestasi taekwondo Indonesia yang berkelanjutan.

"Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam kompetisi internasional, tetapi juga menjadi pusat penyelenggaraan kejuaraan dunia yang berkualitas," kata Richard dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2026).

"Atlet tidak cukup hanya berlatih. Mereka membutuhkan lawan-lawan terbaik dunia untuk menguji kemampuan, membangun mental juara, dan meningkatkan kualitas pertandingan."

"Karena itu kami menghadirkan kejuaraan ini di Indonesia agar atlet-atlet kami merasakan atmosfer dunia di rumah sendiri," jelasnya.

Richard menambahkan, menghadirkan kejuaraan internasional ke Indonesia merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga nasional.

"Prestasi besar tidak lahir secara instan. Prestasi dibangun melalui proses pembinaan yang konsisten dan kesempatan bertanding di level tertinggi," tutur Richard.

"Ketika dunia datang ke Indonesia, atlet kami memperoleh pengalaman internasional yang sangat berharga tanpa harus selalu mencari kesempatan ke luar negeri. Inilah investasi terbaik untuk masa depan taekwondo Indonesia," ungkap dia.

Hingga saat ini, 36 negara telah memastikan keikutsertaan dengan total 478 atlet, menjadikan Jakarta sebagai salah satu pusat perhatian taekwondo dunia.

Sebagai turnamen World Taekwondo Grade G2, setiap kemenangan akan menghasilkan poin ranking dunia yang lebih tinggi dibandingkan turnamen G1.

Poin tersebut menjadi modal penting bagi atlet untuk memperbaiki posisi dalam peringkat dunia sekaligus membuka jalan menuju berbagai kejuaraan elite seperti SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris Jenderal PB TI Rafael Hotasi Siagian mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan maupun kesiapan atlet nasional kini memasuki tahap akhir.

"Kami sudah siap menjadi tuan rumah kejuaraan ini. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Indonesia," ucap Rafael.

"Di sisi lain, atlet-atlet yang kami persiapkan juga telah siap memberikan prestasi terbaik dan berjuang naik podium agar Indonesia Raya dapat berkumandang di negeri sendiri," imbuh dia.

Menurut Rafael, penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PB TI dalam mempercepat peningkatan kualitas atlet nasional.

"Semakin sering atlet menghadapi lawan-lawan terbaik dunia, semakin cepat pula terbentuk mental juara, kemampuan membaca pertandingan, serta pengalaman bertanding mereka," kata Rafael.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB TI Pino Indra menjelaskan bahwa tim nasional yang akan tampil merupakan hasil pembinaan berjenjang yang telah dibangun PBTI selama beberapa tahun terakhir.

Sebanyak 31 atlet yang tergabung dalam Tim Nasional Taekwondo Indonesia telah menjalani pemusatan latihan nasional di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa (POPKI) sejak 25 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan tersebut.

"Atlet-atlet yang kami persiapkan merupakan hasil dari sistem pembinaan Ksatria Nusantara Series yang selama ini kami bangun," ujar Pino.

"Ini bukan tim yang muncul secara instan, melainkan hasil pembinaan berjenjang untuk menemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah."

"Medali memang menjadi target, tetapi pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dunia merupakan investasi yang jauh lebih besar," katanya.

Salah satu andalan Indonesia yang akan tampil pada kelas Under 80 kg, Arya Danu Susilo, menyambut antusias kesempatan bertanding di hadapan publik sendiri.

Peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand itu menilai kejuaraan berlevel World Taekwondo Grade G2 di Jakarta memberikan motivasi tersendiri sekaligus menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung internasional.

"Bertanding di depan publik sendiri adalah energi tambahan sekaligus tantangan yang besar," ujar Arya.

"Dukungan dari masyarakat Indonesia, keluarga, pelatih, dan teman-teman memberikan semangat luar biasa. Mendengar sorakan penonton saat mengenakan seragam Merah Putih adalah pengalaman yang selalu membangkitkan motivasi," paparnya.

Terkini