Indonesia Tetap Bebas Aktif di Tengah Eskalasi Global, Kata Prabowo

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:14:32 WIB
Prabowo Tegaskan Politik Nonblok Indonesia di Tengah Geopolitik [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ikut terseret ke dalam aliansi blok kekuatan mana pun di tengah situasi eskalasi geopolitik global yang kian meningkat. Pemerintah berkomitmen untuk terus konsisten menerapkan politik luar negeri bebas aktif serta nonblok dengan merawat jalinan hubungan yang harmonis bersama berbagai negara.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Prabowo pada saat memberikan taklimat dalam rangkaian kegiatan Presidential Briefing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang berlokasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Jumat (31/7/2026).

Kepala Negara menuturkan bahwa semenjak awal masa kepemimpinannya, pihak pemerintah telah memberikan peringatan kepada kalangan dunia usaha mengenai potensi ancaman risiko geopolitik yang sanggup memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global maupun domestik.

"Saya sudah warning, hati-hati situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan," ujar Prabowo.

Ia turut memberikan sorotan tajam terhadap konflik antara Rusia dan Ukraina yang dinilai telah memakan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan durasi Perang Dunia II serta mendatangkan imbas krisis ekonomi yang dirasakan oleh hampir seluruh belahan dunia.

"Jutaan sudah korban, dan kami baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya," katanya.

Di samping konflik di wilayah Ukraina, Prabowo juga mengungkit meletusnya krisis di Gaza, Lebanon, serta ketegangan berkepanjangan yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Menurut penilaiannya, eskalasi tersebut masih mempunyai potensi untuk berlangsung dalam tempo yang panjang.

"Bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kami remehkan, baik di Ukraina maupun di Timur Tengah," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menambahkan bahwa kawasan Asia Tenggara yang selama ini dikenal sebagai wilayah yang relatif aman pun turut menghadapi tantangan stabilitas keamanan. Ia menyebut adanya persoalan konflik internal di Myanmar serta gesekan ketegangan antara Thailand dan Kamboja yang dipandang masih memerlukan penanganan jalur diplomasi yang intensif.

"Di kami pun yang kami tidak duga-duga, yang kami anggap ASEAN adalah zona perdamaian, terjadi perang di Myanmar. Sahabat-sahabat kami Thailand dan Kamboja juga pertempuran yang masih penuh dengan ketegangan," katanya.

Menghadapi kompleksitas situasi tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan senantiasa berpegang teguh pada warisan luhur politik luar negeri yang diwariskan oleh para pendiri bangsa, yakni sikap untuk tidak bergabung ke dalam aliansi blok militer mana pun.

"Kami bersyukur bahwa negara kami memiliki warisan dari pendiri-pendiri bangsa kami, yaitu politik luar negeri yang nonblok, non-aligned. Kami tidak ingin bergabung dengan blok pakta militer apa pun," ujarnya.

Ia menutup dengan menyatakan bahwa arah kebijakan luar negeri pemerintah saat ini berlandaskan pada komitmen menjadi tetangga yang baik (the good neighbor policy) lewat upaya berkelanjutan dalam memperkuat relasi bilateral bersama negara-negara di kawasan sekitar.

"Our policy is the policy of the good neighbor, we want to be a good neighbor. Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kami," kata Prabowo.

Terkini