Penjualan Melesat Dorong Laba CLEO Tumbuh Double Digit di 2026

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:42:03 WIB
PT Sariguna Primatirta Tbk.

JAKARTA — PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) berhasil menorehkan pencapaian kinerja yang impresif sepanjang paruh pertama 2026.

Perolehan laba bersih perseroan tercatat melesat hingga dua digit pada enam bulan awal tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan resmi, CLEO mengumpulkan nilai penjualan Rp1,69 triliun, tumbuh 23,77 persen secara tahunan (year on year/YoY) bila disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1,36 triliun.

Kenaikan omzet ini disokong penuh oleh lini botol dan non-botol yang menjadi motor utama perseroan.

Penjualan segmen botol mencapai Rp963,76 miliar atau terangkat 28,81 persen (YoY), sedangkan segmen non-botol menyumbang Rp704,00 miliar atau naik 20,10 persen (YoY).

Seiring dengan bertambahnya volume penjualan, beban pokok penjualan perseroan ikut terkatrol menjadi Rp753,24 miliar.

Angka tersebut mengalami pembengkakan 29,17 persen (YoY) dari sebelumnya sebesar Rp583,13 miliar.

Kendati beban operasional naik, CLEO tetap sukses membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp255,82 miliar, melonjak 23,26 persen (YoY) dibanding posisi semester I/2025 senilai Rp207,54 miliar.

CEO CLEO Melisa Patricia menjelaskan dalam keterangan tertulisnya bahwa performa bisnis ini didorong efisiensi rantai pasok dari keberadaan 32 unit pabrik di berbagai wilayah Indonesia.

Integrasi jaringan produksi tersebut efektif memangkas biaya pengiriman dan logistik.

Didukung lebih dari 11.000 titik distribusi, produk-produk perseroan dapat menjangkau pasar dan konsumen secara lebih luas serta efisien.

“Kami bersyukur dapat membukukan pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan penjualan. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional sekaligus meningkatkan profitabilitas,” katanya dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (2/8/2026).

Menilik posisi neraca, total aset CLEO melambung menjadi Rp3,50 triliun per Juni 2026, dari sebelumnya Rp3,01 triliun pada akhir Desember 2025.

Pos liabilitas juga bertambah menjadi Rp933,46 miliar pada Juni 2026 dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp706,66 miliar.

Di sisi lain, jumlah ekuitas perseroan mengalami kenaikan positif menjadi Rp2,57 triliun per Juni 2026 dari posisi Desember 2025 yang tercatat Rp2,31 triliun.

Terkini