Kementrans Utus Tim Ekspedisi Patriot Lakukan Riset di Manokwari

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:52:02 WIB
Kementrans Utus Tim Ekspedisi Patriot Lakukan Riset di Manokwari.

JAKARTA - Kementerian Transmigrasi memobilisasi 20 Tim Ekspedisi Patriot asal Universitas Airlangga Surabaya guna menjalankan agenda penelitian, pemetaan masalah, serta pendampingan selama empat bulan penuh untuk masyarakat di area transmigrasi Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Wakil Bupati Manokwari Mugiyono di Manokwari, Senin, menegaskan bahwa penerjunan Tim Ekspedisi Patriot merupakan langkah konkret pemerintah pusat untuk mendorong akselerasi kawasan transmigrasi berbasis sains agar lebih mandiri dan berkembang.

"Kami berharap kegiatan ini menghasilkan peta potensi wilayah dan rekomendasi kebijakan yang digunakan ketika menyusun program pembangunan ke depannya," ucap Mugiyono.

Ia menyampaikan, Kementerian Transmigrasi saat ini telah merancang lima agenda prioritas pembangunan nasional, meliputi Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, serta Transmigrasi Patriot, yang ditunjang oleh Trans Karya Nusantara dan Trans Gotong Royong.

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dinilai krusial untuk memperkuat kapabilitas warga lokal dalam memaksimalkan potensi daerah, sehingga sanggup tumbuh menjadi sentra ekonomi baru yang berkelanjutan serta berkeadilan.

"Lokasi pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026 berada di kawasan transmigrasi Distrik Prafi, Masni, Sidey dan Manokwari Utara," ujarnya.

Pemilihan keempat wilayah tersebut oleh pemerintah pusat didasari oleh melimpahnya potensi sumber daya alam (SDA) yang belum tergarap secara maksimal, baik pada bidang pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan.

Pengolahan potensi tersebut memerlukan sentuhan metode ilmiah, adopsi teknologi tepat guna, serta peningkatan kapasitas SDM setempat lewat pelatihan berkesinambungan agar mampu menghasilkan produk olahan bernilai tinggi.

"Termasuk perluasan jaringan pemasaran produk yang dihasilkan," ucap Mugiyono.

Utusan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Prof Hery Purnomobasuki mengungkapkan bahwa rombongannya telah membedah rekam jejak riset ekspedisi 2025 garapan Institut Teknologi Bandung (ITB) guna mendeteksi peluang-peluang baru yang bisa digali.

Rombongan yang berkekuatan sekitar 100 personel yang terdiri dari akademisi, alumni, hingga mahasiswa ini siap memaksimalkan masa pengabdian empat bulan sejak Agustus agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi warga kawasan.

"Tahun ini mayoritas tim dari Universitas Airlangga merupakan alumni. Banyak guru besar yang terlibat dalam ekspedisi di Manokwari," ujarnya.

Terkini