CMRY Catat Laba Rp1,17 Triliun, Pendapatan Tumbuh 25,49%

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:39:02 WIB
Laba Bersih Cimory Naik 17,88% pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA – Emiten produsen yoghurt PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari—Juni 2026. Laba bersih perseroan meningkat 17,88% secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan, Cimory membukukan pendapatan sebesar Rp6,46 triliun sepanjang Januari—Juni 2026. Capaian tersebut meningkat 25,49% secara year-on-year (YoY) dibandingkan Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Peningkatan pendapatan perseroan sejalan dengan pertumbuhan pada dua segmen penjualan yang sama-sama mencatatkan kenaikan.

Pada segmen produk olahan susu, CMRY membukukan penjualan sebesar Rp2,77 triliun sepanjang enam bulan pertama 2026. Realisasi tersebut melonjak 54,34% YoY dari Rp1,79 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Selain itu, pada segmen makanan konsumsi, penjualan CMRY juga meningkat 10,03% YoY menjadi Rp3,68 triliun per Juni 2026, dari Rp3,35 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan wilayah penjualan, pendapatan Cimory di Indonesia meningkat dari Rp5,09 triliun pada periode 2025 menjadi Rp6,36 triliun sepanjang Januari—Juni 2026.

Peningkatan juga terjadi pada penjualan di luar negeri yang mencapai Rp96,74 miliar.

Seiring meningkatnya pendapatan, CMRY juga mencatat beban pokok penjualan yang naik 29,08% YoY menjadi Rp3,66 triliun, dari Rp2,83 triliun pada periode Januari—Juni 2025.

Meski demikian, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, Cimory membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp1,17 triliun per Juni 2026.

Realisasi tersebut meningkat 17,88% YoY dibandingkan Rp993,80 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Dari sisi neraca keuangan, CMRY membukukan total aset sebesar Rp9,24 triliun per Juni 2026, meningkat dari Rp8,74 triliun pada Desember 2025.

Liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp2,08 triliun per Juni 2026, dari Rp1,95 triliun pada Desember 2025.

Total ekuitas perseroan turut meningkat menjadi Rp7,16 triliun per Juni 2026.

Terkini