IHSG Naik, Investor Cerna Data Ekonomi dan Sentimen Global

Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:23:32 WIB
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis bergerak menguat dengan dukungan kombinasi sentimen positif dari dalam negeri maupun global.

IHSG dibuka naik 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut meningkat 2,99 poin atau 0,47 persen ke level 636,98.

“Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370- 6.400,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dari sisi domestik, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026. Angka tersebut melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen (yoy), tetapi masih berada di atas perkiraan pasar sebesar 5,1 persen (yoy).

Namun, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 menjadi pertumbuhan tahunan terendah sejak kuartal II-2025. Kondisi tersebut sejalan dengan perlambatan konsumsi yang tumbuh 5,06 persen (yoy) serta belanja pemerintah sebesar 15,97 persen (yoy), dibandingkan kuartal I-2026 yang masing-masing tumbuh 5,52 persen dan 21,81 persen (yoy).

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan konsumsi pemerintah seiring belanja pegawai dan berbagai program pemerintah, serta investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi meski mengalami perlambatan. Di sisi lain, kinerja ekspor tertahan karena pertumbuhan impor yang lebih tinggi.

Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor konstruksi juga mengalami penguatan berkat pembangunan infrastruktur dan kawasan industri. Sebaliknya, sektor pertambangan melambat akibat pembatasan kuota produksi.

Dari pasar global, Ratna menyampaikan bahwa meningkatnya peluang kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah turut meningkatkan optimisme pelaku pasar.

Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menyatakan kesiapan mendukung kenaikan suku bunga serta mengingatkan mengenai inflasi yang masih sulit menurun.

Data ADP Employment menunjukkan sektor swasta Amerika Serikat (AS) menciptakan 44.000 lapangan kerja pada Juli 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam enam bulan terakhir dan turun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 95.000 pekerjaan.

Sementara itu, ISM Services PMI AS meningkat tipis menjadi 54,1 pada Juli 2026 dari 54 pada Juni 2026. Meski sedikit di bawah perkiraan 54,5, angka tersebut masih menunjukkan ekspansi sektor jasa.

Harga minyak mentah bergerak dalam rentang terbatas setelah muncul kabar bahwa AS, Iran, dan Oman tengah mengupayakan kesepakatan terkait pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke posisi 4,613 persen. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga serta data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan.

Sementara itu, harga emas spot naik 4,3 persen menjadi 4.252 dolar AS per troy ons. Penguatan tersebut didorong pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil US Treasury. Pembelian emas oleh bank sentral juga diduga menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan harga.

Pergerakan bursa saham Eropa pada Kamis (5/8) berlangsung beragam. Indeks Euro Stoxx 50 melemah 0,10 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,08 persen, DAX Jerman turun 0,29 persen, sedangkan CAC 40 Prancis menguat 0,03 persen.

Bursa Wall Street Amerika Serikat juga bergerak variatif pada Kamis (5/8). Indeks S&P 500 turun 0,17 persen ke level 7.723,52, Nasdaq Composite melemah 0,82 persen menjadi 26.363,44, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,49 persen ke 54.349,06.

Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini bergerak beragam. Indeks Nikkei turun 1,56 persen ke 65.256,50, Shanghai naik 0,34 persen menjadi 3.891,50, Kospi melemah 4,36 persen ke 6.312,86, Hang Seng turun 1,76 persen ke 25.445,81, dan Straits Times menguat 0,88 persen ke 5.630,426.

Terkini

Pencatutan Data Anak di Dapodik Ditelusuri Kemendikdasmen

Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:20:31 WIB

IHSG Awali Perdagangan Kamis dengan Penguatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:15:32 WIB

Emas Antam Meroket, Harga Tembus Rp2,679 Juta per Gram

Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:04:33 WIB